Kronologi Puluhan Warga Karawang Dievakuasi Akibat Bau Menyengat, Keluhkan Mata Perih hingga Sesak Napas

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Belum lama ini, kronologi puluhan warga Karawang dievakuasi akibat dari bau menyengat mendadak menjadi perbincangan publik. Sebagian warga mengeluhkan mata perih hingga sesak napas.

Diketahui puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dievakuasi. Hal itu terjadi setelah munculnya asap dan bau menyengat di area pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2.

Dikutip dari Tribunnews pada Jumat (30/10/2026), kejadian yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) ini membuat publik terkejut. Diduga, hal itu lantaran kebocoran gas dari pabrik tersebut.

Akan tetapi, Head Sustainability PT Pindo Deli 2 Mei Yudi Pransuri membantah adanya kebocoran gas. Ia menyebut kejadian itu terjadi lantaran proses dekomposisis produk kaporit atau Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) yang terkena air hujan.

"Sebelumnya telah dipersiapkan produk kaporit untuk dikirim kepada pelanggan pada shift pertama 29 Oktober 2026. Produk yang akan dikirim ini dipindahkan dan ditempatkan di sekitar area pra-loading sejak shift sebelumnya," ujarnya.

Pihak pabril mengklaim bahwa telah menutup kaporit tersebut menggunakan terpal sebelum hujan turun. Namun, hujan deras dan angin kencang menyebabkan air mengenai produk dan memicu terjadinya dekomposisi.

Lalu, bagaimana kronologi puluhan warga Karawang dievakuasi ini? Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (30/10/2026), diketahui bau menyenang dilaporkan mulai tercium pada 04.52 WIB.

"Pada pukul 04.52 WIB, pihak warehouse kaporit melaporkan adanya asap dan bau menyengat dari area pra-loading," ujarnya.

"Tiga menit kemudian, sekitar pukul 04.55 WIB, tim pemadam bersama tim pendukung tiba di lokasi dan melakukan penyemprotan ke arah sebaran gas untuk menekan penyebarannya," jelasnya.

Sebelumnya, pihak pabrik sudah merencanakan pengiriman produk kaporit ke customer yang akan dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026). Produk yang akan dikirim pun telah dipisahkan.

"Terhadap material yang dipindahkan ke area pra-loading dilakukan penutupan dengan terpal dan palet kayu, namun terjadi hujan yang cukup lebat disertai angin kencang sehingga ada air hujan yang mengenai produk kaporit," jelas Mei.

 

"Sedangkan titik terjadinya sumber asap dilakukan penanganan dengan cara penimbunan pasir untuk menghentikan terjadinya dekomposisi," terangnya.

Warga yang mengalami gejala keracunan gas itu pun dilarikan ke rumah sakit. Mayoritas warga mengeluhkan mual, muntah, mata perih, hidung dan tenggorokan yang juga merasa perih.

Roham, warga Kutamekar mengaku dirinya merasakan matanya perih. Selain itu, ia juga mulai merasa sesak napas pada pagi hari waktu subuh.

Ia menyebut bahwa kabut tampak begitu tebal. Bahkan, kabut tersebut masuk ke dalam rumahnya.

"Itu waktu masih subuh saja di dalam rumah itu sudah berasa perihnya begitu, ke mata. Kabutnya juga sampai ke dalam-dalam, ke dalam rumah," terangnya.

Ia mengatakan bahwa salah satu anggota keluarganya harus dilarikan ke rumah sakit akibat dari kejadian itu. Ia mengungkap bahwa kejadian serupa pernah terjadi.

Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Asep Suryana membenarkan adanya keracunan tersebut. Ia menyebut kejadian ini terjadi begitu cepat lantaran menyebar melalui udara.

Dirinya mengaku masih belum memberikan keterangan rinci terkait kejadian ini. Pasalnya, saat dihubungi, ia masih berada di lokasi kejadian.

"Saat ini kami masih di lokasi," jelasnya.

Kronologi puluhan warga Karawang dievakuasi masih menjadi perbincangan publik. Sejumlah warga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sedangkan, pihak perusahaan masih berusaha melakukan penanggulangan agar sebaran dapat benar-benar dihentikan. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR: RUU Perampasan Aset perlu prioritaskan pemulihan korban
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
IWAPI Matangkan MUNAS X, Tatyana Sentani Ditetapkan Sebagai Calon Tunggal Ketua Umum
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Mengurangi Ketergantungan BBM di Sektor Pariwisata
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengusaha Pakan Bisa Tertekan, Opsi Impor Jagung Menguat
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Siswa MTs di Aceh Barat Dianiaya hingga Digunduli Sekelompok Remaja: Trauma, Keluarga Lapor Polisi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.