Pembalap McLaren Lando Norris meminta para rivalnya di ajang Formula 1 untuk lebih beradaptasi dengan karakteristik mobil ketimbang menyalahkan performa kendaraan pada pekan ini. Seperti dikutip dari laporan ESPN, pernyataan tegas tersebut disampaikan menjelang gelaran Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez.
Komentar Norris mengemuka setelah bos tim Mercedes Toto Wolff mengklaim bahwa jet darat musim ini kurang sesuai dengan gaya membalap George Russell. Di sisi lain, rekan setim Russell yakni Kimi Antonelli justru tampil sangat dominan hingga berada di ambang gelar juara dunia.
Perbedaan Performa Mercedes dan Adaptasi PengemudiGeorge Russell mengakui bahwasanya regulasi teknis terbaru memberikan tantangan besar bagi gaya berkendaranya di lintasan. Pembalap asal Inggris tersebut kerap menginjak throttle lebih awal sehingga menguras energi dari power unit secara kurang efisien.
Situasi ini membuat Russell tertinggal jauh dari Antonelli yang telah mengantongi sembilan kemenangan sepanjang musim. Hasil mengecewakan di Austin menempatkan Russell di posisi delapan, sementara Antonelli kini hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk mengunci gelar juara dunia termuda sepanjang sejarah.
Norris menilai seorang pembalap profesional seharusnya berfokus meningkatkan kemampuan diri ketimbang menuntut perubahan pada kendaraan. Menurutnya, memiliki mobil potensial juara mewajibkan pengemudi untuk menyesuaikan teknik membalap demi meraih hasil maksimal.
Filosofi Evaluasi Diri Lando NorrisPembalap berusia 26 tahun tersebut membagikan pengalamannya saat menundukkan rekan setimnya Oscar Piastri pada musim lalu. Norris memilih untuk mengubah kenyamanan dan ekspektasi pribadinya saat menyadari performa kendaraan yang belum optimal.
Norris menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyalahkan peralatan atau kendaraan saat dikalahkan oleh rekan satu timnya. Pembalap harus selalu mengintrospeksi diri dan mengubah kebiasaan lama jika ingin bersaing di level tertinggi.
“Bagi saya, jika rekan setim berhasil mengalahkan saya di mobil yang sama, berarti saya belum bekerja cukup baik. Saya tidak pernah menyalahkan peralatan dan selalu melihat diri sendiri terlebih dahulu,” ujar Norris dalam kesempatan tersebut.
Musim Sulit bagi George RussellDi sisi lain, Russell tidak menampik bahwa musim ini menjadi periode paling kelam dalam karier balap profesionalnya. Meskipun mendapatkan jet darat berpotensi juara untuk pertama kalinya, ia merasa kesulitan menemukan ritme terbaik di atas lintasan.
Russell menggambarkan perasaannya seperti seorang pemain bisbol yang terus-menerus kehilangan kesempatan memukul bola. Kendati merasa terpukul dengan situasi tersebut, ia optimistis mampu bangkit dan memulihkan kondisi mentalnya pada masa mendatang.
“Tahun ini menghadirkan jauh lebih banyak hari buruk ketimbang hari baik. Ini adalah tahun buruk pertama yang benar-benar saya alami, tetapi rasa sakit ini tentu bisa dipulihkan,” ungkap Russell penuh harap.





