JAKARTA - Upaya mencegah kebakaran lahan gambut dan kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia bakal diperkuat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah memfinalisasi SAGARA (Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara), sebuah platform digital yang dirancang mengintegrasikan data dari berbagai instansi dalam satu sistem.
Tak sekadar menyajikan peta digital, SAGARA diproyeksikan mampu mengidentifikasi potensi ancaman kebakaran gambut, mendeteksi kerusakan mangrove, hingga memberikan rekomendasi langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, mengatakan SAGARA dirancang menjadi pusat pertukaran data dan pengetahuan atau clearing house bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
"SAGARA akan menjadi clearing house sekaligus pusat pengetahuan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Sistem ini juga akan berfungsi sebagai deteksi dini kebakaran di lahan gambut serta kerusakan ekosistem mangrove," ujar Sriyanto, Sabtu (31/10/2026).
Sistem tersebut nantinya tidak hanya menampilkan tingkat kerawanan kebakaran berdasarkan analisis para ahli, tetapi juga mengakomodasi laporan masyarakat yang telah melalui proses verifikasi.
Lebih jauh, SAGARA dirancang mampu memetakan ketersediaan sumber daya untuk mendukung penanganan, mulai dari personel masyarakat, TNI, dan Polri hingga infrastruktur yang tersedia di lokasi.




