Polda Jawa Tengah menyiapkan pengamanan menjelang konser penyanyi opera dunia Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10) malam.
Pengamanan dilakukan bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan pengelola kawasan Candi Borobudur.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan pengamanan tidak hanya ditujukan bagi penonton konser, tetapi juga masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi, wisatawan, serta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Borobudur.
"Kami menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan para wisatawan, penonton, dan masyarakat umum dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Yuliyanto dalam keterangannya.
Yuliyanto menjelaskan, personel gabungan telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk di antaranya Polwan yang bertugas sebagai negosiator untuk memastikan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat berjalan baik.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya beragam pandangan dan aspirasi di tengah masyarakat terkait penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur.
"Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan dialog, saling menghormati, serta menjaga situasi agar tetap aman dan damai," ujar Yuliyanto.
Polda Jateng juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.
Peserta aksi penyampaian aspirasi diimbau tidak melakukan tindakan provokatif, vandalisme, maupun perbuatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban dan merusak kawasan cagar budaya.
"Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang aman, damai, dan ramah bagi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional," lanjutnya.
Selain aspek keamanan, kepolisian turut memberikan perhatian terhadap kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat yang menuju kawasan Borobudur diminta mematuhi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan petugas, menggunakan kantong parkir resmi, serta memanfaatkan fasilitas shuttle bus yang disiapkan penyelenggara bersama pemerintah daerah.
Pengunjung juga disarankan datang lebih awal dan tidak memarkir kendaraan di bahu jalan, terutama di sepanjang jalur Magelang-Yogyakarta. Hal ini untuk menghindari kepadatan kendaraan dan memastikan aktivitas masyarakat sekitar tetap berjalan lancar.
Selain itu, kepolisian turut mengingatkan pengunjung agar mewaspadai penipuan tiket dengan melakukan pembelian hanya melalui kanal resmi penyelenggara atau mitra penjualan yang telah ditunjuk.
"Para pengunjung diminta menjaga barang-barang pribadi seperti telepon genggam dan dompet, tidak mengenakan perhiasan berlebihan, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal mencurigakan di sekitar lokasi kegiatan," ungkap Yuliyanto.
Yuliyanto menegaskan, Polda Jateng berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan pandangan maupun kepentingannya.
"Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas kamtibmas, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta saling menghormati. Keamanan dan kedamaian Jawa Tengah merupakan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.





