Warsaw (ANTARA) - Presiden Polandia Karol Nawrocki bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Zbigniew Kapinski di tengah ketegangan yang semakin memuncak soal kendali atas Mahkamah Konstitusi (MK) negara tersebut.
Presiden Narwocki kembali ke Warsawa, Jumat malam (30/10), waktu setempat, setelah membatalkan agenda kunjungannya ke Senegal, demi harus berada di Polandia untuk memantau perkembangan situasi di mahkamah tersebut.
Nawrocki mendarat kembali di Polandia, sebelum pukul 22.00 waktu setempat, setelah pesawatnya berputar balik di atas wilayah Spanyol.
Sebelumnya, Ketua MA Polandia Kapinski mengecam peristiwa di MK. Menurut Kapinski, perselisihan mengenai lembaga-lembaga konstitusional tidak dapat dijadikan alasan untuk melumpuhkan maupun merampas kewenangan mahkamah.
Dia menegaskan konstitusi dan undang-undang merupakan batas kekuasaan negara, bukan keputusan politik atau unjuk kekuatan.
Baca juga: Pentagon: AS akan bangun fasilitas perawatan rudal Patriot di Polandia
Hingga Jumat malam, situasi masih tegang saat para politisi dari pihak oposisi pemerintah di Polandia bersama para demonstran berkumpul di luar gedung MK.
Pemimpin Partai Hukum dan Keadilan (PiS), Jaroslaw Kaczynski, menuding Pemerintah Polandia akan menggunakan kekuatan melawan oposisi dan mendesak mereka untuk memenangkan pertempuran demi Polandia.
Ketua serikat pekerja Solidaritas, Piotr Duda, juga melontarkan pernyataan bernada keras dengan menyasar Perdana Menteri Donald Tusk, Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski, dan Menteri Kehakiman Waldemar Zurek.
"Apakah kalian menginginkan perang? Kalau begitu, kalian akan mendapatkannya," kata Duda.
Dia juga menyerukan anggota Solidaritas untuk berkumpul di luar gedung MK.
Baca juga: Aksi penikaman terjadi di sekolah Polandia, tujuh orang terluka
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia Tom Rose menggambarkan kondisi tersebut sangat serius dan mengatakan kedua belah pihak menyampaikan versi kejadian yang bertolak belakang.
"Kami mungkin sedang menyaksikan konfrontasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait penggunaan kekuasaan negara oleh pemerintah, serta soal kemandirian dan kewenangan sebuah lembaga konstitusional," kata Rose.
Dia mendesak para pejabat Pemerintah Polandia, polisi, dan para demonstran untuk menghindari tindakan yang dapat memicu kekerasan atau memperparah eskalasi.
AS tidak akan menghakimi atau campur tangan dalam perselisihan internal Polandia, kata Rose.
Krisis di Polandia itu juga menuai komentar dari Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menyindir Menlu Polandia Radoslaw Sikorski atas konfrontasi tersebut.
Baca juga: Presiden Polandia tegaskan tak akan legalkan pernikahan sesama jenis
Hakim Anna Korwin-Piotrowska, yang menyatakan telah mengambil alih kendali MK, mengisyaratkan bahwa Presiden Nawrocki dapat datang ke pengadilan untuk melakukan pembicaraan, tetapi tanpa didampingi pejabat lainnya.
Jumat malam (30/10), Hakim Piotrowska mengatakan persiapan untuk pertemuan dengan presiden Polandia itu telah dilakukan. Namun, dia menolak adanya pejabat lain yang ikut masuk bersama Nawrocki dalam pertemuan itu untuk alasan keamanan.
Polisi Polandia tetap siaga di sekitar gedung MK, tetapi para petugas tidak memasuki gedung pengadilan itu.
Kebuntuan itu bermula setelah muncul perintah yang memberhentikan Ketua MK Polandia Bogdan Swieczkowski dan Wakil Ketua Bartlomiej Sochanski.
Akun resmi MK Polandia di platform X menyatakan penolakan atas perintah pemberhentian itu karena merupakan tindakan ilegal. MK juga menuduh pihak-pihak yang terlibat dalam pemberhentian sepihak itu sedang melakukan "kudeta".
Sumber: Anadolu
Baca juga: Polandia dilanda krisis konstitusi, ribuan orang turun ke jalan
Presiden Narwocki kembali ke Warsawa, Jumat malam (30/10), waktu setempat, setelah membatalkan agenda kunjungannya ke Senegal, demi harus berada di Polandia untuk memantau perkembangan situasi di mahkamah tersebut.
Nawrocki mendarat kembali di Polandia, sebelum pukul 22.00 waktu setempat, setelah pesawatnya berputar balik di atas wilayah Spanyol.
Sebelumnya, Ketua MA Polandia Kapinski mengecam peristiwa di MK. Menurut Kapinski, perselisihan mengenai lembaga-lembaga konstitusional tidak dapat dijadikan alasan untuk melumpuhkan maupun merampas kewenangan mahkamah.
Dia menegaskan konstitusi dan undang-undang merupakan batas kekuasaan negara, bukan keputusan politik atau unjuk kekuatan.
Baca juga: Pentagon: AS akan bangun fasilitas perawatan rudal Patriot di Polandia
Hingga Jumat malam, situasi masih tegang saat para politisi dari pihak oposisi pemerintah di Polandia bersama para demonstran berkumpul di luar gedung MK.
Pemimpin Partai Hukum dan Keadilan (PiS), Jaroslaw Kaczynski, menuding Pemerintah Polandia akan menggunakan kekuatan melawan oposisi dan mendesak mereka untuk memenangkan pertempuran demi Polandia.
Ketua serikat pekerja Solidaritas, Piotr Duda, juga melontarkan pernyataan bernada keras dengan menyasar Perdana Menteri Donald Tusk, Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski, dan Menteri Kehakiman Waldemar Zurek.
"Apakah kalian menginginkan perang? Kalau begitu, kalian akan mendapatkannya," kata Duda.
Dia juga menyerukan anggota Solidaritas untuk berkumpul di luar gedung MK.
Baca juga: Aksi penikaman terjadi di sekolah Polandia, tujuh orang terluka
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia Tom Rose menggambarkan kondisi tersebut sangat serius dan mengatakan kedua belah pihak menyampaikan versi kejadian yang bertolak belakang.
"Kami mungkin sedang menyaksikan konfrontasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait penggunaan kekuasaan negara oleh pemerintah, serta soal kemandirian dan kewenangan sebuah lembaga konstitusional," kata Rose.
Dia mendesak para pejabat Pemerintah Polandia, polisi, dan para demonstran untuk menghindari tindakan yang dapat memicu kekerasan atau memperparah eskalasi.
AS tidak akan menghakimi atau campur tangan dalam perselisihan internal Polandia, kata Rose.
Krisis di Polandia itu juga menuai komentar dari Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menyindir Menlu Polandia Radoslaw Sikorski atas konfrontasi tersebut.
Baca juga: Presiden Polandia tegaskan tak akan legalkan pernikahan sesama jenis
Hakim Anna Korwin-Piotrowska, yang menyatakan telah mengambil alih kendali MK, mengisyaratkan bahwa Presiden Nawrocki dapat datang ke pengadilan untuk melakukan pembicaraan, tetapi tanpa didampingi pejabat lainnya.
Jumat malam (30/10), Hakim Piotrowska mengatakan persiapan untuk pertemuan dengan presiden Polandia itu telah dilakukan. Namun, dia menolak adanya pejabat lain yang ikut masuk bersama Nawrocki dalam pertemuan itu untuk alasan keamanan.
Polisi Polandia tetap siaga di sekitar gedung MK, tetapi para petugas tidak memasuki gedung pengadilan itu.
Kebuntuan itu bermula setelah muncul perintah yang memberhentikan Ketua MK Polandia Bogdan Swieczkowski dan Wakil Ketua Bartlomiej Sochanski.
Akun resmi MK Polandia di platform X menyatakan penolakan atas perintah pemberhentian itu karena merupakan tindakan ilegal. MK juga menuduh pihak-pihak yang terlibat dalam pemberhentian sepihak itu sedang melakukan "kudeta".
Sumber: Anadolu
Baca juga: Polandia dilanda krisis konstitusi, ribuan orang turun ke jalan





