Tanah Bergerak di Cijayanti Bogor, Rumah hingga Musala Rusak

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Fenomena tanah bergerak kembali terjadi di wilayah Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Rumah warga hingga fasilitas umum seperti majelis dan musala rusak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan peristiwa terjadi pada hari Kamis, 29 Oktober 2026. Penyebabnya dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang panjang.

"Dikarenakan hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut serta kontur tanah yang labil, sehingga beberapa unit bangunan mengalami kerusakan akibat tanah yang bergerak," kata Adam, dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Adam mengatakan peristiwa itu merupakan yang terjadi kedua kalinya. Peristiwa pertama sudah terjadi pada bulan April silam.

"Kejadian ini sudah kedua kalinya di lokasi tersebut. Pertama terjadi di bulan April 2026," bebernya.

Adam mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kejadian tersebut menyebabkan dua rumah berisi sembilan jiwa mengalami kerusakan.

Baca juga: Arigatou! KRL Tokyo Metro Seri 6000 Segera Pensiun di Jabodetabek

"Korban terdampak hasil kaji cepat yaitu Dua unit rumah rusak berisi sembilan jiwa," imbuhnya.

Sementara itu, dua fasilitas umum berupa musala dan majelis mengalami kerusakan berat. Dia mengatakan tanah bergerak bisa kembali terjadi apabila kondisi hujan turun.

"Tanah masih bergerak terlebih saat kondisi hujan turun. Tim sudah menghimbau agar warga terdampak lebih berhati-hati di saat kondisi turun hujan," tuturnya.

Tanah bergerak di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pernah terjadi pada Kamis, 16 April 2026. Total tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan.

"Akibat kejadian ini, sebanyak tujuh unit rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak sedang," kata Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (22/4).

Berdasarkan hasil asesmen, pergerakan tanah itu tercatat mencapai panjang sekitar 100 meter, dengan pergerakan dari titik mahkota hingga bawah lereng sekitar 50 meter.

"Kerusakan meliputi ambruknya bagian dinding, lantai, hingga atap rumah," bebernya.

Petugas gabungan kemudian segera ke lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ini, sebanyak 28 warga telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: Dapur Rumah Warga di Bogor Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Reruntuhan




(rdh/mea)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Kripto Binance Dibobol, Aset Rp114,3 Triliun Lenyap
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lebih dari Sekadar Data, SAGARA Hadirkan Rekomendasi Tindakan Konkret Cegah Kebakaran Gambut
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Menperin optimalkan utilisasi sektor industri nasional capai 80 persen
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Soroti 98% Sampel Liquid Vape Positif Narkotika & Zat Psikoaktif, Habib Aboe Minta BNN-Polri Tegas
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Cegah Tawaran Kerja Fiktif, Kementerian P2MI Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.