Pahlawan Senyap di Balik Distribusi Energi Negeri

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Tiga kali anaknya lahir ke dunia, tiga kali pula Maman Suherman tak bisa mendampingi sang istri. Bukan karena tak ingin berada di sisi keluarga, melainkan karena setiap momen berharga itu datang, Maman tengah menjalankan tugas di atas kapal. Jauh dari rumah.

Hari Raya Idul Fitri pun lebih sering dilewatinya di lautan. Selama 35 tahun menjadi nakhoda, pria berusia 57 tahun asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu telah terbiasa berdamai dengan jarak, kerinduan, dan berbagai momen keluarga yang tak mungkin terulang.

Baca Juga
  • Pertamina dan Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah
  • Pertamina Patra Niaga Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah di KDKMP
  • Pertamina Patra Niaga Hadirkan BBM Assist untuk Layanan BBM yang Personal

“Saat Lebaran juga lebih sering di atas kapal dibandingkan bersama keluarga. Ya biasa saja, karena kan sedang tugas di laut,” ujar Maman sambil tersenyum saat berbincang dengan Republika, Kamis (22/10/2026).

Siang itu, Maman berada di ruang kemudi TB Transko Dara 3218 yang bersandar di Jetty Propylene Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dari balik kaca ruang kemudi, ia mengawasi perairan yang menjadi jalur keluar masuk kapal-kapal tanker pengangkut minyak dan bahan bakar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sinar matahari tanpa tutupan awan terasa menyengat. Namun, suasana terminal khusus yang terintegrasi dengan Kilang Balongan itu relatif tenang. Tak terdengar hiruk-pikuk penumpang ataupun bunyi klakson kendaraan seperti di pelabuhan umum. Di kawasan ini, yang berpindah bukan manusia, melainkan muatan energi yang akan didistribusikan ke berbagai daerah.

Maman bukan nakhoda kapal tanker yang mengangkut ribuan ton minyak. Ia memimpin kapal tunda yang membantu kapal-kapal berukuran jauh lebih besar untuk bersandar dan meninggalkan pelabuhan dengan aman.

Pekerjaan itu mungkin jarang diketahui masyarakat. Namun, di balik setiap kapal tanker yang berhasil bersandar, ada peran para awak kapal tunda yang harus memperhitungkan cuaca, arus laut, gelombang, hingga jarak terhadap dermaga dengan ketelitian tinggi.

Kapal tanker tidak bisa berhenti mendadak atau berbelok dengan mudah di ruang terbatas. Tanpa bantuan kapal tunda, proses manuver menjadi jauh lebih sulit dan berisiko. Kesalahan kecil dapat mengakibatkan benturan, mengganggu aktivitas bongkar muat, bahkan membahayakan keselamatan pelayaran dan lingkungan.

Di Port Balongan, pekerjaan itulah yang dijalankan Maman bersama sembilan awak TB Transko Dara 3218. Mereka menjadi salah satu mata rantai yang memungkinkan minyak dan bahan bakar bergerak dari fasilitas produksi menuju berbagai wilayah Indonesia.

Master TB Transko Dara 3218, Maman Suherman (tengah) saat sedang mengemudikan kapalnya menuju area SPM di perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (22/10/2026). - (Lilis Sri Handayani/Republika)

Tak jauh dari kapal Maman, tanker PIS Cinta milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah bersandar. Kapal berbobot mati 2.448 ton itu sebelumnya berlayar dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan sedang menjalani proses pemuatan avtur dari Kilang Balongan untuk kemudian dibawa kembali ke Pontianak.

Sementara itu, TB Transko Dara 3218 memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan bobot mati 256 ton. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan kapal-kapal tanker yang dilayaninya. Namun, kemampuan manuver kapal tunda tersebut memegang peran penting dalam mengendalikan pergerakan kapal berukuran besar.

Saat tanker hendak bersandar, kapal tunda membantu menarik atau mendorong badan kapal agar tetap berada pada jalur yang aman. Posisi tanker harus diatur secara presisi agar manifold, yakni titik sambungan pipa pada kapal, dapat terhubung dengan sistem perpipaan di dermaga.

Melalui sambungan itulah proses pemindahan muatan berlangsung. Karena itu, keberhasilan kapal tanker bersandar bukan sekadar urusan pelayaran, tetapi juga menentukan kelancaran aktivitas distribusi energi.

Dari gunung ke lautan

Maman lahir di Kabupaten Kuningan, wilayah yang berada di kaki Gunung Ciremai. Ia menyebut dirinya sebagai anak gunung yang kemudian menghabiskan sebagian besar hidup di lautan.

Perjalanannya dimulai setelah menamatkan pendidikan di salah satu sekolah pelayaran di Kabupaten Cirebon. Sejak saat itu, pekerjaan membawanya menjelajahi berbagai perairan Nusantara hingga sejumlah negara.

Selama 35 tahun bekerja di atas kapal, Maman telah menghadapi beragam kondisi laut. Salah satu pengalaman yang masih membekas adalah ketika harus menghadapi gelombang setinggi delapan meter di kawasan Blok Masela, Laut Arafura, Maluku.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa laut tidak selalu bersahabat. Kondisi cuaca, gelombang, dan arus dapat berubah, sementara keselamatan kapal serta seluruh awak berada dalam tanggung jawab seorang nakhoda.

Selain pengalaman lapangan, Maman memiliki kualifikasi master marine sebagai Ahli Nautika Tingkat I. Kualifikasi tersebut mencakup penguasaan navigasi, keselamatan pelayaran, manajemen operasional kapal, penanganan muatan, hukum maritim internasional, hingga kepemimpinan di laut. “Ya, bisa mengemudikan semua jenis kapal,” ucap Maman.

Keahlian dan pengalaman panjang membuat Maman masih dipercaya menjalankan tugas meskipun seharusnya telah memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2026. Kebutuhan akan nakhoda berpengalaman membuat masa pengabdiannya diperpanjang.

Namun, pengalaman selama puluhan tahun tidak membuat pekerjaannya menjadi lebih ringan. Setiap manuver tetap menuntut konsentrasi dan koordinasi karena kondisi di laut tidak selalu sama.

Maman dibantu sembilan awak yang terdiri atas chief officer, chief engineer, second officer, second engineer, third engineer, dua juru mudi, oiler, dan koki. Mereka berbagi tanggung jawab di bagian dek maupun mesin, dengan pengaturan giliran kerja untuk menjaga kesiapan operasional sekaligus mencegah kelelahan.

Bagi Maman dan para awak, TB Transko Dara 3218 bukan sekadar tempat bekerja. Kapal itu juga menjadi rumah selama enam bulan masa kontrak, sebelum mereka memperoleh kesempatan cuti selama dua bulan.

Berdasarkan pantauan Republika, kapal tersebut memiliki tiga tingkat, yakni upper deck, main deck, dan below deck. Ruang kemudi dan navigasi berada di bagian atas, tempat Maman menghabiskan banyak waktunya ketika menjalankan tugas.

Di dalam kapal tersedia enam kamar tidur yang dilengkapi pendingin udara. Tempat tidurnya dapat dilipat ketika tidak digunakan agar ruang kamar yang relatif sempit terasa lebih lapang.

Ada pula dapur dan ruang makan yang menjadi tempat para awak berkumpul. Di sela pekerjaan, mereka biasa menikmati kopi, menonton televisi, bermain gaple, atau menggunakan telepon genggam untuk mengusir kejenuhan.

Kehidupan di atas kapal berjalan dalam ruang yang terbatas, bersama orang-orang yang sama selama berbulan-bulan. Di tempat itulah para awak menjalani rutinitas, berbagi cerita, dan melewati hari-hari yang seharusnya bisa dihabiskan bersama keluarga.

Namun, ketika panggilan tugas datang, seluruh aktivitas tersebut harus ditinggalkan. Keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional kembali menjadi prioritas. Siang itu, Maman bersiap menjalankan patroli ke salah satu fasilitas tambat kapal di lepas pantai. “Transko Dara keluar menuju SPM 35.000,” kata Maman.

Ia menyampaikan informasi keberangkatan melalui sambungan telepon kepada petugas pelabuhan. Gagang telepon menggantung di atas kursi kemudinya, berdekatan dengan berbagai indikator ruang mesin dan perangkat navigasi modern yang dilengkapi tombol berwarna hijau dan merah.

Setelah memperoleh izin, jemari Maman mulai mengoperasikan kemudi berteknologi Azimuth Stern Drive (ASD). Sistem propulsi tersebut memungkinkan arah dorong kapal diputar hingga 360 derajat sehingga kapal tunda dapat bermanuver dengan lebih leluasa di ruang terbatas.

Perlahan, TB Transko Dara 3218 meninggalkan dermaga. Angin sepoi-sepoi dan gelombang yang relatif tenang membuat pergerakan kapal terasa halus tanpa guncangan berarti.

Dari balik kaca ruang kemudi, Maman terus memperhatikan kondisi perairan. Kapal bergerak menuju fasilitas single point mooring (SPM) 35.000 DWT yang berada di lepas pantai Balongan.

Fasilitas tersebut berupa pelampung tambat yang menghubungkan kapal tanker dengan jaringan pipa bawah laut untuk menyalurkan nafta dan minyak ringan. Keamanannya harus dipastikan karena fasilitas itu memiliki peran penting dalam kegiatan bongkar muat energi.

Setelah memastikan kondisi SPM aman, Maman memutar haluan dan membawa kapal kembali menuju dermaga. Patroli selesai, tetapi tugas berikutnya dapat datang sewaktu-waktu.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan 12 Shio Sabtu 31 Oktober 2026: Tiga Punya Peluang Bersinar, Monyet Diminta Waspada
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Jual Rumah Rp9.25 Miliar Termasuk Perabotan, Ternyata Ini Alasan Nikita Mirzani
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Operasi Patuh 2026 di Jakarta: Cek Titik Razia, 7 Pelanggaran yang Berpotensi Mengganggu Keselamatan Berkendara
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Paus Leo XIV Ikut Voting Pemilu Sela AS, Surat Suara Dikirim Lewat Pos
• 17 jam laludetik.com
thumb
Pramono Matangkan Usulan 76 Taman Jakarta Buka 24 Jam
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.