JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti tingginya kemunculan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konsesi perkebunan kelapa sawit swasta di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dalam tiga hari terakhir.
Kepala BNPB, Kristomei Sianturi mengatakan, hasil pemantauan udara dan sistem digital menunjukkan bahwa wilayah konsesi perusahaan tersebut menjadi salah satu lokasi dengan kemunculan titik api paling dominan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus untuk memastikan setiap titik api dapat segera diverifikasi dan ditangani oleh petugas di lapangan.
“Wilayah-wilayah seperti Okaba dan beberapa wilayah lainnya di Merauke memang memiliki titik api. Namun, dari hasil pemantauan selama tiga hari terakhir, titik api paling banyak terlihat di wilayah konsesi perusahaan itu,” ungkap Kristomei, Sabtu (31/10/2026).
Kristomei menjelaskan, BNPB kini mengoptimalkan penggunaan teknologi drone dan sistem pemantauan digital untuk melihat langsung posisi titik api, termasuk mengidentifikasi lokasi dan status penguasaan lahan tempat kebakaran terjadi. Informasi tersebut memungkinkan petugas melakukan pengecekan lebih cepat dan terarah, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap wilayah konsesi maupun kawasan hutan.
Selanjutnya, Kristomei meminta BPBD dan aparatur kewilayahan untuk menindaklanjuti informasi titik api yang terdeteksi melalui sistem pemantauan tersebut. Koordinasi dengan unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta aparat penegak hukum juga perlu diperkuat agar setiap kemunculan titik api dapat segera diperiksa dan ditangani.




