Satgas Yonif 9 Marinir TNI AL Tangkap Komandan Batalyon TPNPB-OPM & 2 Anggotanya di PBD

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - SORONG - Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menangkap anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Papua Barat Daya.

Pada Kamis (29/10), Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 9 Marinir TNI Angkatan Laut meringkus tiga anggota kelompok TPNPB-OPM di Kampung Franeway, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

BACA JUGA: TNI Temukan Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

Ketiga orang yang diamankan ialah Matius Aisasior yang disebut sebagai Komandan Batalyon TPNPB-OPM, wakilnya Yeremias Aisasior, dan seorang anggota bernama Zakarias Aikingking.

“Dari hasil pemantauan, pasukan mendeteksi keberadaan Matius Aisasior saat keluar dari Hutan Aisnak, Distrik Moskona Bintuni, yang diduga selama ini menjadi tempat persembunyian kelompoknya,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangan yang diterima di Sorong, Sabtu (31/10).

BACA JUGA: Pelibatan TNI Menjaga Demonstrasi Dipertanyakan, Komisi I Singgung Soal Ini

Lucky menjelaskan penangkapan itu berawal dari pemantauan intensif personel Yonif 9 Marinir terhadap pergerakan OPM di wilayah Papua Barat Daya.

Personel TNI kemudian mengikuti pergerakan Matius hingga menuju sebuah rumah di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh.

BACA JUGA: Anggota TNI Kena Anak Panah Pelaku Tawuran di Makassar

Di lokasi tersebut, Yeremias dan Zakarias telah menunggu.

Pasukan Yonif 9 Marinir selanjutnya melakukan penyergapan dengan pendekatan persuasif.

Menurut Lucky, ketiga orang tersebut menyerah tanpa melakukan perlawanan.

Lucky menambahkan bahwa Matius bersama kelompoknya yang berafiliasi dengan jaringan OPM pimpinan Denni Moss diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Papua Barat Daya.

Aksi tersebut, antara lain penyerangan pos keamanan, menyerang terhadap pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, serta intimidasi dan kekerasan kepada masyarakat, khususnya orang asli Papua.

Jenderal bintang tiga TNI itu mengimbau pimpinan dan anggota OPM yang masih berada di hutan agar menyerahkan diri, meletakkan senjata, dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pendekatan persuasif akan terus diutamakan. Namun, apabila terjadi situasi yang mengharuskan tindakan tegas, TNI akan bertindak sesuai ketentuan hukum dan aturan pelibatan yang berlaku,” ujarnya.

Lucky menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas TNI di Papua. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Pemain Pilihan John Herdman di Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday November 2026: Ada Muka Baru?
• 6 jam lalubola.com
thumb
8 Pemda dan 80 Perusahaan Raih Satya JKN Awards 2026, Ini Komitmen BPJS Kesehatan
• 4 jam laludisway.id
thumb
Gandeng Komunitas, Kendari Promosi Festival Pantai Nambo Demi Tembus Event Nasional
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Praperadilan Kedua Bahtiar dalam Kasus Bibit Nanas, Prof Trubus: Bukti Baru Harus Berbeda
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Perkuat Karakter, 270 Kader NasDem Kalbar Ikuti Hari Kedua Laga Perubahan 2.0
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.