JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mendorong generasi santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadapi tantangan zaman. Meski demikian, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus dimanfaatkan tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam dan nilai-nilai pendidikan pesantren.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam kegiatan Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026 malam. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang dihadiri ribuan santri, kiai, pengasuh pesantren, dan tokoh agama.
"Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika global membuat tantangan generasi santri semakin kompleks. Karena itu, pesantren perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kompetensi para lulusannya," kata Menag dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Penguasaan ilmu agama, kata dia, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap sains, teknologi informasi, serta bahasa internasional. Kombinasi kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, hingga pembangunan nasional.
"Pemanfaatannya tetap harus berlandaskan etika dan tanggung jawab moral. Kemajuan ilmu pengetahuan tidak boleh menghilangkan tujuan utama pendidikan, yakni membentuk manusia yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama," bebernya.




