-
-
-
-
-
Raffi Ahmad akhirnya buka suara terkait kehadirannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober silam. Nampaknya, Raffi ingin memberikan klarifikasi terkait narasi yang terlanjur beredar di media sosial belakangan ini.
Dalam keterangan resmi yang diungkapkan melalui media sosial miliknya, Raffi menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai undangan dan baru menerima informasi terkait acara itu sehari sebelum pelaksanaannya. Suami Nagita Slavina itu juga menegaskan, tidak terlibat dalam proses perencanaan maupun penyusunan kegiatan acara tersebut.
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tulis Raffi Ahmad.
Dalam unggahan tersebut, Raffi juga menegaskan bahwa dirinya ikut mengatur kemunculan sebuah brand di gapura ataupun pembatas jalan yang digunakan di lokasi.
"Tuduhan bahwa saya mengatur kemunculan salah satu merek, tidak benar. Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya," imbuhnya.
Artis berusia 39 tahun itu juga sempai menyinggung aksi penyampaian aspirasi mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Menurut Raffi, suara mahasiswa memiliki arti penting dan perlu didengar. Ia pun mengaku terbuka terhadap kritik maupun masukan yang disampaikan kepadanya. Namun diharapkan kritik yang diberikan tetap berdasrkan fakta dan bukan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.
"Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga. Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, tak lupa Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
"Semoga kita semua selalu dijaga dalam kebaikan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya diketahui menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, pada 29 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" itu diikuti 100 mahasiswa dan sejumlah public figure, termasuk Raffi Ahmad.
Sayangnya, kegiatan tersebut kemudian menuai polemik setelah beredar video seorang peserta yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira), tetapi tidak dapat menjelaskan identitas kampusnya dengan baik ketika diwawancarai awak media. Pengakuan itu kemudian memicu pertanyaan publik mengenai proses pemilihan dan verifikasi peserta deklarasi. (ND)





