Pemerintah Kota Surabaya terus mengembangkan Parade Surabaya Juang 2026 pada Minggu (1/11/2026). sebagai daya tarik wisata sejarah dan budaya, termasuk untuk menjangkau wisatawan mancanegara.
Ridzotullahmad Nurchakim, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya mengatakan, Pemkot mulai memperluas promosi Parade Surabaya Juang ke pasar internasional.
Salah satu upayanya dengan menggandeng sejumlah hotel untuk menyebarluaskan informasi kegiatan kepada para tamu. Pemkot juga mengundang perwakilan kedutaan agar parade tersebut semakin dikenal wisatawan asing.
“Kami ingin Parade Surabaya Juang semakin dikenal luas, termasuk oleh wisatawan mancanegara. Karena itu, kami berkolaborasi dengan hotel dan mengajak para tamunya menyaksikan langsung kegiatan ini,” ujar Edo, sapaan akrab Ridzotullahmad dalam keterangan resminya.
Tak hanya memperluas jangkauan promosi, Pemkot Surabaya juga mengusulkan Parade Surabaya Juang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027.
Berkas pengajuan telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan kini telah memasuki tahap verifikasi.
Di sisi lain, penyelenggaraan Parade Surabaya Juang 2026 juga mendapat perhatian dari sisi keamanan. Pasalnya, kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pameran seni ARTSUB di kawasan Balai Pemuda.
Edo mengatakan, pihaknya telah membahas skema pengamanan bersama panitia ARTSUB dan Kepala UPTD Museum. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan barikade lapis kedua di sekitar bangunan kaca dan area Balai Pemuda.
Selain itu, pada 1 November 2026, area parkir basement Balai Pemuda akan dikhususkan bagi pengunjung ARTSUB.
“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia ARTSUB dan pengelola lokasi untuk menyiapkan skema pengamanan. Kami ingin kedua kegiatan tetap berjalan lancar dan masyarakat bisa menikmati acara dengan aman,” jelasnya.
Sementara itu, cerita perjuangan Soegiharto menjadi salah satu bagian utama yang diangkat dalam Parade Surabaya Juang tahun ini. Pemilihan tokoh tersebut sekaligus menjadi cara Pemkot menghubungkan sejarah perjuangan dengan perkembangan olahraga di Surabaya.
Irwan Andeska Machmudi Sekretaris Disbudporapar Surabaya mengatakan, pengangkatan sosok Soegiharto juga berkaitan dengan persiapan Kota Pahlawan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
“Pada 2027 Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur. Kami ingin menghidupkan suasana olahraga melalui sosok yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Surabaya,” kata Irwan dalam konferensi pers di Ruang Rapat Romansa Disbudporapar Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Kisah Soegiharto akan ditampilkan melalui sejumlah adegan teatrikal. Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan Soegiharto, mulai dari aktivitasnya sebagai pemain sepak bola hingga keputusannya bergabung dalam perjuangan melawan Sekutu.
Unsur olahraga juga diperkuat dengan keikutsertaan Persebaya dalam barisan parade dengan membawa trofi Piala Presiden. Selain itu, tim futsal Bintang Timur Surabaya turut memeriahkan kegiatan tersebut.
“Soegiharto merupakan pemain Persebaya pada 1930-an yang juga ikut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Melalui sosok ini, kami ingin menghidupkan suasana olahraga sekaligus mengaitkannya dengan sejarah perjuangan Surabaya,” ungkap Irwan. (saf/faz)




