jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPW PPP Maluku Abdul Aziz menyebut bahwa pemberhentian Taj Yasin sebagai Sekjen dan Agus Suparmanto sebagai Waketum di Rakornas III merupakan bentuk kepanikan Mardiono.
Sehingga ia merekayasa sejumlah upaya untuk memberhentikan Yasin dan Agus secara illegal.
BACA JUGA: Porprov XVII Jateng 2026 Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya
“Ini inkonstitusional, tidak berdasar dan terkesan panik, tidak ada dasar hukum dalam AD/ART, apalagi hanya lewat forum Rakornas daring yang hanya forum diskusi tanpa keputusan mengikat,” kata Aziz kepada media, Sabtu (31/10)
Melihat sepak terjang Mardiono selama memimpin PPP satu tahun terakhir ini, Aziz berserta sejumlah DPW PPP di seluruh Indonesia meminta pemerintah mencabut SK Menkumham dan merevisi kepengurusan DPP PPP. Hal ini juga sesuai dengan aspirasi para kiai dan habib di lingkungan PPP.
BACA JUGA: Sebut Rakornas III PPP Hanya Forum Lucu-lucuan, Aftoni: Cuma Gertak Sambal!
“Kami meminta SK Menkum segera direvisi dan dilengkapi kepengurusan tanpa nama Mardiono Cs. Demokrasi PPP dan bangsa bisa semakin rusak bila mentalitas elit politik bangsa seperti Mardiono,” ujarnya.
Ia menyebut kubu Mardiono memang sejak lama berusaha menggeser Agus dan Gus Yasin karena ingin berkuasa penuh di PPP. Mardiono ingin berkuasa secara otoritas, mengambil untung dari PPP dan tak mau ada kritik.
BACA JUGA: Jateng Dukung Magelang Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Bicara Kesehatan Ternak
Selama ini tidak ada Langkah Mardiono membesarkan PPP. Yang dipikirkan menurut Aziz adalah bagaimana Mardiono mendapatkan keuntungan materi.
“Kubu Mardiono hanya berpikir tentang jabatan, kekuasaan dan keuntungan materi dari PPP,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Plt Ketua DPW NTB Moh Akri. Mardiono bahkan menurut Akri sejak beberapa lama sudah melakukan pemecatan para pengurus DPW agar kekuasaannya langgeng tanpa kritik.
“Surat pemecatan itu ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Mardiono dan Wakil Sekjen DPP PPP Jabbar Idris. Dan membuat kondisi PPP NTB kurang kondusif,” kata Akri.
Padahal, Akri adalah kader yang selama puluhan tahun ikut membesarkan PPP hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD NTB. (dil/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemecatan Pengurus Jadi Momentum PPP Benahi Internal Menjelang 2029
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif



