Kudus (ANTARA) - Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) mengusulkan peningkatan status kompetisi balap sepeda gunung 76 Ultimate Downhill menjadi ajang tingkat Asia guna memperluas partisipasi atlet mancanegara.
Sekretaris Jenderal ICF Jadi Rajagukguk menyampaikan rencana tersebut di sela-sela sesi kualifikasi (seeding run) 76 Ultimate Downhill 2026 di Ternadi Bike Park, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
"Penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill selama ini sudah berjalan baik dan memiliki status sebagai kompetisi internasional yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI) dan ICF," katanya.
Menurut Jadi, penyelenggaraan kompetisi tersebut telah memenuhi standar yang baik sehingga berpeluang dikembangkan menjadi ajang balap sepeda gunung tingkat Asia.
Ia mengatakan ICF telah berkomunikasi dengan manajemen Indonesian Downhill (IDH), termasuk Parama Nugroho, untuk membahas peluang peningkatan status kompetisi tersebut.
Baca juga: Khoiful Mukhib tercepat di kualifikasi downhill Kudus
Jika rencana itu terealisasi, ICF akan mengundang federasi balap sepeda dari berbagai negara Asia untuk mengirimkan atletnya mengikuti kompetisi tersebut.
"Ke depan, kompetisi ini akan kami jadikan agenda resmi federasi dan didaftarkan secara resmi, baik di UCI maupun sebagai ajang Asia. Kami juga akan berupaya mengundang atlet-atlet dari seluruh Asia," ujarnya.
Jadi menambahkan 76 Ultimate Downhill juga menjadi salah satu sarana federasi untuk memantau dan menjaring atlet potensial nasional, termasuk sejumlah atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang mengikuti kompetisi tersebut.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi, ICF berupaya memperkuat pembinaan serta memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan balap sepeda gunung di Indonesia.
Terkait belum dipertandingkannya nomor downhill dalam sejumlah ajang olahraga Asia Tenggara, termasuk SEA Games mendatang, Jadi mengatakan ICF telah berkomunikasi dan mengirimkan surat resmi kepada ASEAN Cycling Federation.
Baca juga: 76 Ultimate Downhill 2026 Seri III hadirkan tantangan ekstra
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong masuknya nomor downhill, balap BMX (BMX racing), serta nomor balap sepeda lainnya dalam agenda kompetisi olahraga kawasan.
"Kami perlu memperkuat diplomasi dan komunikasi dengan negara-negara di ASEAN maupun Asia agar nomor-nomor balap sepeda ini bisa mendapatkan tempat dalam kompetisi internasional," katanya.
Sementara itu, 76 Ultimate Downhill 2026 telah masuk kalender UCI dengan klasifikasi Class 1 (C1).
Kompetisi tersebut mempertandingkan 10 kategori, yakni Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.
Sekretaris Jenderal ICF Jadi Rajagukguk menyampaikan rencana tersebut di sela-sela sesi kualifikasi (seeding run) 76 Ultimate Downhill 2026 di Ternadi Bike Park, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
"Penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill selama ini sudah berjalan baik dan memiliki status sebagai kompetisi internasional yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI) dan ICF," katanya.
Menurut Jadi, penyelenggaraan kompetisi tersebut telah memenuhi standar yang baik sehingga berpeluang dikembangkan menjadi ajang balap sepeda gunung tingkat Asia.
Ia mengatakan ICF telah berkomunikasi dengan manajemen Indonesian Downhill (IDH), termasuk Parama Nugroho, untuk membahas peluang peningkatan status kompetisi tersebut.
Baca juga: Khoiful Mukhib tercepat di kualifikasi downhill Kudus
Jika rencana itu terealisasi, ICF akan mengundang federasi balap sepeda dari berbagai negara Asia untuk mengirimkan atletnya mengikuti kompetisi tersebut.
"Ke depan, kompetisi ini akan kami jadikan agenda resmi federasi dan didaftarkan secara resmi, baik di UCI maupun sebagai ajang Asia. Kami juga akan berupaya mengundang atlet-atlet dari seluruh Asia," ujarnya.
Jadi menambahkan 76 Ultimate Downhill juga menjadi salah satu sarana federasi untuk memantau dan menjaring atlet potensial nasional, termasuk sejumlah atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang mengikuti kompetisi tersebut.
Selain meningkatkan kualitas kompetisi, ICF berupaya memperkuat pembinaan serta memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan balap sepeda gunung di Indonesia.
Terkait belum dipertandingkannya nomor downhill dalam sejumlah ajang olahraga Asia Tenggara, termasuk SEA Games mendatang, Jadi mengatakan ICF telah berkomunikasi dan mengirimkan surat resmi kepada ASEAN Cycling Federation.
Baca juga: 76 Ultimate Downhill 2026 Seri III hadirkan tantangan ekstra
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong masuknya nomor downhill, balap BMX (BMX racing), serta nomor balap sepeda lainnya dalam agenda kompetisi olahraga kawasan.
"Kami perlu memperkuat diplomasi dan komunikasi dengan negara-negara di ASEAN maupun Asia agar nomor-nomor balap sepeda ini bisa mendapatkan tempat dalam kompetisi internasional," katanya.
Sementara itu, 76 Ultimate Downhill 2026 telah masuk kalender UCI dengan klasifikasi Class 1 (C1).
Kompetisi tersebut mempertandingkan 10 kategori, yakni Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.





