Iran Ancam akan Balas jika AS-Israel Menyerang, Timur Tengah di Ambang Perang Baru

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Seekor burung terbang rendah di atas permukaan air saat sejumlah kapal kargo berlabuh di Selat Hormuz, lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Sabtu dini hari (24/10/2026). (Sumber: Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

TEHERAN, KOMPAS.TV — Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengancam akan segera membalas setiap ancaman serangan terhadap negaranya. 

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan pecahnya kembali perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan pada Sabtu (31/10) bahwa Khamenei meminta militer Iran memberikan balasan segera terhadap ancaman dalam bentuk dan tingkat apa pun.

Dalam pertemuan dengan jajaran militer, Khamenei menekankan pentingnya kesiapan tempur untuk menghadapi musuh. Ia juga meminta pembaruan daftar target militer AS dan Israel.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap Teheran di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik baru di Timur Tengah.

Negara-Negara Teluk Serukan Perdamaian

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah pemimpin regional menyerukan upaya diplomatik untuk mencegah konflik kembali meluas.

Baca Juga: AS Kerahkan 10 Pesawat Militer ke Israel, Bersiap Kemungkinan Serang Iran

Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed ElKhereiji mengatakan negara-negara di kawasan menginginkan perdamaian. Berbicara dalam forum keamanan di Bahrain pada Sabtu, ia menyebut berbagai upaya tengah dilakukan untuk mencegah eskalasi militer dan mencapai kesepakatan yang mengakhiri krisis dengan Iran.

“Pesannya sangat jelas. Masyarakat di kawasan ini ingin mengembalikan perdamaian ke wilayah tersebut,” kata ElKhereiji. Meski demikian, ia mengakui hasil upaya diplomatik tersebut belum dapat dipastikan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty yang juga menghadiri forum tersebut, memperingatkan bahwa eskalasi baru akan menimbulkan kehancuran yang lebih besar.

“Kami sangat yakin bahwa putaran kedua akan lebih berbahaya, lebih merusak, dan tidak akan membawa hasil apa pun,” ujarnya.

Kekhawatiran akan Terjadinya Perang Kembali Meluas

Kekhawatiran akan pecahnya kembali perang meningkat menjelang pemilihan sela Amerika Serikat pada 3 November. 

Dalam laporan terpisah pada 29 Oktober, Associated Press (AP) mengungkapkan bahwa pejabat AS telah memperingatkan sejumlah negara Timur Tengah dan sekutu regional agar bersiap menghadapi kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

Selain itu, AS dilaporkan telah mengerahkan 10 pesawat angkut militer ke sejumlah pangkalan udara di wilayah Negev, Israel selatan, di tengah persiapan menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran.

Sejumlah pesawat dilaporkan mendarat di Pangkalan Udara Ovda dan Nevatim. Selain Israel, pesawat militer AS lainnya juga dikabarkan dikirim ke pangkalan militer di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.

Baca Juga: Iran Sebut Tiga Kapal Tanker Minyak Tabrak Ranjau di Selat Hormuz

Laporan media tersebut dikutip dari Anadolu pada Kamis (29/10/2026). Namun, hingga Jumat (30/10/2026), pemerintah AS belum memberikan konfirmasi langsung mengenai pengerahan pesawat tersebut.

Pesawat-pesawat itu diberangkatkan dari Fort Bliss di Texas, salah satu pusat pertahanan udara terbesar militer AS yang memiliki fasilitas terkait rudal pencegat dan sistem pertahanan udara.

Laporan tersebut tidak merinci muatan pesawat maupun memastikan apakah Washington telah memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Seorang pejabat Israel mengatakan negaranya dan AS tengah melakukan koordinasi militer secara intensif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

"Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi erat, dan meskipun belum ada keputusan mengenai hal tersebut, Amerika dan Israel bersiap menghadapi keputusan apa pun yang dibuat Presiden Donald Trump," kata pejabat tersebut.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : The Associated Press

Tag
  • Iran
  • AS
  • israel
  • ayatollah mojtaba
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putusan MA Menyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tidak Sah
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Jojo kembali temukan kepercayaan diri setelah tembus semifinal Hylo
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Wamentan usulkan penyatuan peta lahan usai telaah 200 ribu ha
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Penggeledahan, Tak Terkait Perusakan Warung Mi Babi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Minta Maaf soal Viral Deklarasi Mahasiswa, Nyatakan Raffi Ahmad & Willie Salim Tamu Undangan
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.