2 Tahun Setelah Dianiaya Mario Dandy, David Ozora Disebut Alami Kemunduran Kognitif 6 Tahun

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

David Ozora disebut mengalami perubahan kemampuan kognitif setelah menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo. Dua tahun setelah kejadian, kemampuan kognitif David disebut mengalami kemunduran hingga enam tahun dari usia sebenarnya.

Hal itu disampaikan oleh Natalia Puspitasari dan Rudi Setiawan, pasangan suami istri yang menjadi saksi kunci sekaligus orang pertama yang menemukan kondisi David Ozora setelah dianiaya Mario Dandy.

Natalia mengatakan, secara penampilan David memang terlihat normal. Namun, ia menilai terdapat perubahan signifikan ketika berinteraksi langsung dengan David.

“Jadi sebelum dan sesudahnya memang penampakannya seperti ini, seperti normal ya. Tapi sebenarnya kalau kita ngobrol secara personal, ini bukan David yang dulu. Beda sekali,” kata Natalia dalam konferensi pers di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10).

Menurut Natalia, perubahan tersebut terlihat dari kemampuan kognitif dan kondisi psikis David. Ia menyebut kemampuan kognitif David mengalami kemunduran hingga enam tahun.

“Jadi contoh secara kognitif dia udah bukan seperti umur sekarang. Jadi enam tahun mundur. Secara psikis juga dia bukan David yang dulu. Jadi memang apa yang Mario Dandy lakukan penganiayaan brutal itu benar-benar brutal dan memang masa depannya David berubah,” ungkapnya.

Hal senada turut disampaikan Rudi. Ia mengaku mengenal David sejak sebelum penganiayaan karena David merupakan teman dari anaknya, Renjiro Amadeus.

Rudi menilai, terdapat perubahan dalam cara David berinteraksi setelah kejadian tersebut. Ia menggambarkan David yang sebelumnya cenderung pendiam kini menjadi lebih banyak berbicara.

“Perbedaannya ya itu, usianya sekarang 21, ya seperti usia 16 atau 17 tahun. Nah, di situlah ada perbedaan. Dulu David diam, lebih pendiam. Sekarang David lebih ekstrovert kali ya kalau dibilang seperti itu, lebih banyak ngobrol,” terang Rudi.

Sedangkan pada kesempatan itu, David mengaku tidak merasakan secara langsung perubahan pada kemampuan kognitif maupun aspek lainnya. Ia justru meminta agar hal tersebut ditanyakan kepada Natalia dan Rudi yang telah mengenalnya sejak lama.

“Kalau misalnya dalam segi kognitif, dalam segi apa pun itu, kayaknya saya benar-benar enggak ngerasa apa-apa perbedaannya. Nah, mungkin itu bisa ditanyain ke Pak Rudi dan Bu Natalia karena beliau sudah kenal saya dari lama,” ujar David.

Selain itu, kuasa hukum David, Oya Abdul Malik, menyebut David mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI) Stage 2 berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani David setelah penganiayaan.

“David Ozora dinyatakan mengalami Diffuse Axonal Injury Stage 2. Jangka panjang. Jadi kerusakan pada saraf dan otak kiri dan kanan,” jelas Oya.

Dia juga menyebut kondisi itu berdampak terhadap kemampuan David dalam menjalani aktivitas, termasuk melanjutkan pendidikan.

“Sehingga membuat David tidak bisa melanjutkan sekolahnya, kehilangan masa depannya,” lanjutnya.

Kendati demikian, David mengatakan saat ini dirinya sudah tidak menjalani terapi seperti sebelumnya, namun masih menjalani upaya pemulihan melalui pemenuhan nutrisi.

“Kalau misalnya untuk terapi udah semuanya udah aman ya, udah normal, tapi ada terapi superfood mungkin. Nutrisi, nutrisi seperti itu,” jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Lalai Kosongkan Senjata, Perwira Kopassus Jadi Tersangka Penembakan Rekan Sendiri
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Potret Jang Na Ra yang Sukses Jadi CEO Firma Hukum di Drakor Good Partner 2
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Carrick Tegaskan Manchester United Siap Bangkit Jelang Hadapi Chelsea
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Benarkah Kulit Berminyak Tak Perlu Pakai Moisturizer di Pagi Hari? Ini Kata Dokter
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
UIN Sunan Kalijaga Tembus Posisi Kedua Nasional, Patahkan Stereotip Kampus Agama
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.