Atlanta: Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global.
Hal itu disampaikan dalam sesi pleno pertama Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di Atlanta, Amerika Serikat, Jumat, 30 Oktober 2026.
Arrmanatha yang akrab disapa Tata mengatakan konflik di sejumlah jalur laut strategis, seperti Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Merah, telah mengganggu perdagangan global. Konflik tersebut juga mengancam ketahanan energi dan pangan dunia.
"Tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa perdamaian dan stabilitas," kata Menlu Tata, dalam keterangan di akun Instagramnya.
Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong penguatan dialog, deeskalasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Menlu Tata menilai G20 perlu berperan dalam mencegah konflik maritim berkembang menjadi krisis global.
Ia juga menegaskan bahwa laut bagi Indonesia bukanlah pemisah, melainkan jembatan penghubung antarbangsa. Karena itu, menjaga keamanan jalur laut turut berarti menjaga ketahanan pangan dunia.
Baca juga: Menlu AS Marco Rubio Minta G20 Fokus pada Solusi Konkret Tantangan Ekonomi




