Bahlil Curiga LNG RI Dijual Lagi ke Negara Lain, Singapura Buka Suara

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: LNG. (REUTERS/Issei Kato/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura menegaskan bahwa gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diperdagangkan perusahaan berbasis di negara tersebut umumnya tidak dikirim secara fisik melalui Singapura. Kargo LNG biasanya langsung diangkut dari negara asal menuju negara tujuan akhir.

Penjelasan itu disampaikan Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura (METI) menyusul pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait dugaan penjualan kembali sebagian LNG Indonesia yang dikirim ke Singapura ke negara lain.

Bahlil mengatakan Indonesia telah mengirimkan 148 kargo LNG ke Singapura. Dia meyakini tidak semuanya dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian diekspor lagi ke negara lain.


Pilihan Redaksi
  • Ada Dugaan Singapura Jual Lagi Sebagian Pasokan LNG dari RI
  • Tak Cuma Gas Pipa, RI Ekspor LNG ke Singapura 148 Kargo
  • Jerman Chaos! Demo Gen Z bak Medan Perang, Toko-Toko Dijarah

Juru bicara METI menjelaskan bahwa Singapura merupakan salah satu pusat perdagangan internasional, termasuk untuk komoditas LNG.

METI menyebut lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan LNG dari berbagai pasar dunia. Sejumlah negara pemasok utama bagi perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Amerika Serikat (AS), Australia, dan Malaysia.

"Meski keputusan komersial terkait kargo berada di tangan para pedagang yang berbasis di Singapura, kargo LNG secara fisik umumnya dikirim langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak melewati Singapura," kata METI kepada Channel News Asia, dikutip Minggu (1/11/2026).

Kementerian tersebut juga menegaskan bahwa gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui jaringan pipa diperuntukkan bagi kebutuhan domestik Singapura, bukan untuk diekspor kembali.

Sebelumnya, Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam melalui pipa ke Singapura sejak 24 Oktober. Pengurangan pasokan tersebut dilakukan untuk mengalihkan gas guna memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyatakan pemangkasan pasokan itu mencapai sekitar 17 miliar British thermal unit (Btu) per hari selama 18 hari. Jumlah tersebut setara dengan kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian Singapura.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada 25 Oktober mengatakan pemerintahnya mengharapkan seluruh pihak tetap memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam kontrak komersial.

Sementara itu, Bahlil menyatakan kebijakan tersebut masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam perjanjian yang berlaku. Bahlil juga menegaskan Indonesia tidak melanggar kewajiban kontraktual dalam kesepakatan ekspor gas tersebut.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
RI Pangkas Gas ke Singapura, PM Wong: Semua Pihak Harus Tepati Kontrak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Dewa United Tumbangkan Persija, Osmar Loss Tersenyum Lebar
• 8 jam lalubola.com
thumb
Potensi Kawasan Industri Baru di Maluku Bisa Serap 250 Ribu Tenaga Kerja
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Intip Deretan 10 Saham yang Merugi Sepekan, VKTR Pimpin Top Losers
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
PBB Peringatkan Dunia Dalam Bahaya, Semua Orang Kena Dampaknya
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Veda Ega Pratama Percaya Diri usai Catat Hasil Positif di Sesi Practice Moto3 Malaysia 2026
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.