Gelombang demonstrasi dan pemogokan nasional melanda sejumlah kota di Italia pada Jumat (30/10/2026). Puluhan ribu mahasiswa, buruh, dan aktivis turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah, peningkatan layanan publik, serta memprotes kenaikan biaya hidup dan belanja militer. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
2/7Di Genoa, sekitar 15.000 buruh pelabuhan, mahasiswa, dan demonstran lainnya memasuki kawasan pelabuhan. Mereka memprotes penggunaan fasilitas pelabuhan untuk pengiriman senjata serta menyoroti keselamatan dan kematian pelaut akibat konflik bersenjata, mulai dari kawasan Teluk hingga Laut Hitam. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
Sementara itu, di Turin, demonstrasi diwarnai bentrokan antara massa dan polisi antihuru-hara. Polisi menggunakan meriam air untuk memukul mundur mahasiswa dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade pengamanan gedung prefektur. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
4/7Di Roma, demonstran turun ke jalan dengan membawa bendera dan spanduk, sementara polisi antihuru-hara mengawasi jalannya aksi. Sejumlah peserta demonstrasi bahkan berencana mendirikan tenda dan bertahan di lokasi hingga akhir pekan. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
Aksi juga berlangsung di Napoli. Para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan "You don't change things with good manners" atau "Kamu tidak mengubah keadaan dengan bersikap sopan" di sebuah air mancur di Piazza Garibaldi. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
6/7Gelombang aksi tersebut dipicu seruan serikat pekerja akar rumput Unione Sindacale di Base (USB) yang menggelar pemogokan umum selama 24 jam. Demonstrasi direncanakan berlangsung di lebih dari 40 kota di Italia. (SKYTG24/Handout via REUTERS)
7/7Protes serupa juga meluas ke sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania. Kenaikan biaya hidup menjadi salah satu persoalan utama yang mendorong masyarakat turun ke jalan di berbagai negara tersebut. (SKYTG24/Handout via REUTERS)




