Renovasi Rumah yang Lebih Layak, Harapan Baru bagi 16 Keluarga di Rembang

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REMBANG – Hujan deras dan angin kencang pernah menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Bukan tanpa alasan, kondisi rumah yang dahulu ditempatinya bersama istri dan anak-anaknya jauh dari kata layak. Atap berbahan kayu kerap bocor, dinding anyaman bambu atau gedeg tak mampu menahan rembesan air, sementara lantai tanah berubah menjadi lembap dan berlumpur ketika musim hujan tiba.

Sebagai buruh petani garam, Masduqi hanya bisa berharap suatu saat keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman. Keinginan itu bahkan pernah disampaikan oleh anaknya yang berharap rumah mereka bisa diperbaiki agar tak lagi merasa minder ketika teman-temannya datang berkunjung.

Kini, harapan tersebut menjadi kenyataan. Rumah Masduqi telah direnovasi sehingga keluarganya dapat menikmati hunian yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Perubahan ini menjadi salah satu wujud manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes. Saya sempat malu karena takut anak saya minder ketika teman-temannya datang ke rumah. ‘Bu kalau ada rezeki kita perbaiki sedikit ya’ itu yang anak saya bilang. Kami sebenarnya ingin punya rumah yang lebih baik, dengan dinding tembok dan lantai keramik seperti rumah-rumah lainnya. Sekarang saya sangat senang, rumahnya sudah lebih adem, bersih, dan nyaman. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami. Semoga PT Djarum semakin maju sehingga dapat membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” ujar Masduqi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kisah Masduqi menjadi satu dari 16 keluarga di Kabupaten Rembang yang kini dapat menikmati hunian lebih layak melalui program RSLH. PT Djarum telah menyelesaikan renovasi dan pembangunan ulang 16 rumah dengan total nilai bantuan tidak kurang dari Rp1,2 miliar. Prosesi serah terima rumah kepada para penerima manfaat berlangsung di Pendopo Kabupaten Rembang, Kamis (29/10/2026), dan dihadiri Bupati Rembang H. Harno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta keluarga penerima manfaat.

Sebanyak 16 rumah tersebut tersebar di empat desa. Rinciannya, enam rumah di Desa Labuhan Kidul dan dua rumah di Desa Bendo, Kecamatan Sluke; empat rumah di Desa Landoh, Kecamatan Sulang; serta empat rumah di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.

Setiap rumah mendapatkan dukungan biaya renovasi maupun pembangunan ulang berkisar Rp70 juta hingga Rp85 juta. Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi bangunan dan tingkat kerusakan masing-masing rumah.

Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan fisik, program ini diharapkan dapat menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang mendukung kesehatan, kenyamanan, serta aktivitas sehari-hari keluarga. Hunian yang layak juga menjadi fondasi penting agar anggota keluarga dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih tenang, mulai dari bekerja hingga mendampingi anak-anak belajar.

Bupati Rembang Harno mengapresiasi kontribusi PT Djarum melalui program RSLH yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan hunian yang layak sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Djarum atas wujud nyata kepedulian dan gotong royong dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Rembang. Semoga bantuan ini membawa manfaat, keberkahan dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan mewujudkan Rembang yang maju, sejahtera dan berkelanjutan. Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan PT Djarum sudah terjalin cukup lama mulai dari keberadaan pabrik di Rembang hingga mampu mengurangi angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja. Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ucap Harno.

 

Perluas Manfaat Hunian Layak di Jawa Tengah

 

Program RSLH merupakan bagian dari upaya PT Djarum dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan sehat. Sejak dimulai pada 2022, program ini telah menjangkau sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.

Hingga akhir 2025, sebanyak 626 rumah telah direnovasi melalui program tersebut. Penerima manfaat tersebar di Kabupaten Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Sementara itu, sepanjang 2026, program RSLH telah merenovasi maupun membangun ulang 352 rumah di berbagai wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Kudus, sebanyak 292 rumah telah rampung direnovasi dan kembali ditempati pemiliknya. Sebanyak 10 keluarga di Kabupaten Brebes juga telah menerima manfaat program ini, disusul 12 rumah di Kota Salatiga yang telah selesai direnovasi dan dibangun ulang.

Manfaat serupa turut dirasakan 10 keluarga di Kabupaten Wonogiri dan 12 keluarga di Kabupaten Pati. Terbaru, sebanyak 16 keluarga di Kabupaten Rembang menerima bantuan renovasi dan pembangunan ulang rumah sehingga total penerima manfaat program sepanjang tahun ini terus bertambah.

General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, rumah yang layak merupakan salah satu kebutuhan pokok sekaligus fondasi bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pembangunan setiap rumah dalam program RSLH mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan penghuninya.

“Rumah yang layak bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi bagaimana rumah tersebut mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan sehat bagi penghuninya. Karena itu, setiap rumah dalam program RSLH ini dibangun dengan struktur yang aman dan kokoh sehingga tahan lama, dari segi kenyamanan memiliki penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, serta dilengkapi dengan tata pencahayaan, sistem sanitasi, akses air bersih dan toilet yang memadai. Harapannya, ketika persoalan tempat tinggal sudah teratasi, keluarga dapat fokus bekerja, anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan membangun masa depan yang lebih baik,” kata Budiharto.

Ia menambahkan, proses renovasi dan pembangunan ulang rumah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar. PT Djarum memberikan dukungan secara menyeluruh selama proses pembangunan, sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya renovasi maupun pembangunan rumah. Keterlibatan warga sekitar juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat gotong royong.

“Kami percaya membangun kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang kami wujudkan melalui komitmen Tumbuh Bersama Indonesia. PT Djarum lahir, tumbuh dan berkembang di Indonesia, sehingga sudah sewajarnya kami ikut bertumbuh bersama masyarakat. Kami berharap langkah ini juga dapat menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama membantu menghadirkan kehidupan lebih layak bagi mereka yang masih membutuhkan,” ujar Budiharto.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usut Dugaan Permainan Pita Cukai Rokok di Kasus Djarum
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Paus Berukuran 22 Meter Mati Terdampar di Hutan Mangrove Kepulauan Aru, Maluku
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 Tuai Polemik, Polda Metro Jaya Minta Maaf
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Penjelasan Mahfud MD Ungkap Makna Diksi Batal dalam Putusan MA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Melawan Kesepian, Merangkul Anak-anak Down Syndrome
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.