Singapura Buka Suara soal 148 Kargo LNG dari RI, Bantah Gas Dikirim Ulang ke Negara Lain?

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pemerintah Singapura memberikan penjelasan terkait dugaan penjualan kembali gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) asal Indonesia ke negara lain. Singapura menegaskan bahwa kargo LNG yang diperdagangkan perusahaan berbasis di negara tersebut umumnya tidak dikirim secara fisik melalui wilayahnya, melainkan langsung dari negara pemasok menuju negara tujuan akhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura (METI) menyusul pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Baca Juga :
Babak Baru Tambang Indonesia, Bahlil Benahi Produksi hingga Percepat Hilirisasi Mineral
Bahlil soal Pasokan Gas ke Singapura Dikurangi: Prioritas Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Baru Ekspor

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia telah mengirimkan sebanyak 148 kargo LNG ke Singapura. Namun, dia menduga tidak seluruh pasokan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik Singapura. Sebagian LNG yang dikirim dari Indonesia diyakini kembali dipasarkan ke negara lain.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara METI menjelaskan bahwa Singapura merupakan salah satu pusat perdagangan internasional, termasuk untuk komoditas LNG. Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan puluhan perusahaan yang melakukan pembelian, pemasaran, hingga perdagangan LNG dari berbagai pasar dunia.

"Meski keputusan komersial terkait kargo berada di tangan para pedagang yang berbasis di Singapura, kargo LNG secara fisik umumnya dikirim langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak melewati Singapura," kata METI kepada Channel News Asia, dikutip Minggu, 1 November 2026.

Penjelasan tersebut menyoroti perbedaan antara aktivitas perdagangan LNG yang dilakukan perusahaan berbasis di Singapura dengan pengiriman fisik gas alam cair ke negara tujuan.

Lebih dari 50 Perusahaan Perdagangkan LNG di Singapura

METI menjelaskan, lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan LNG dari berbagai pasar internasional.

Sejumlah negara yang menjadi pemasok utama bagi perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Amerika Serikat (AS), Australia, dan Malaysia.

Sebagai pusat perdagangan LNG internasional, perusahaan yang beroperasi di Singapura dapat melakukan transaksi komersial dengan berbagai pihak di pasar global. Namun, hal tersebut tidak berarti seluruh kargo LNG yang diperdagangkan harus terlebih dahulu dikirim secara fisik ke Singapura.

METI menegaskan bahwa pengiriman LNG umumnya berlangsung langsung dari negara asal menuju negara yang menjadi tujuan akhir. Dengan demikian, aktivitas perdagangan yang dilakukan perusahaan berbasis di Singapura tidak selalu melibatkan pengiriman kargo melalui wilayah negara tersebut.

Baca Juga :
Bahlil Sebut Pabrik Baterai CATL-Antam Segera Diresmikan
Singapura Kembali Singgung Komitmen Menghormati Kontrak Ekspor Gas: Kontrak Punya Kekuatan!
Menlu Singapura Buka Suara soal Ekspor Gas Indonesia yang Dipangkas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Israel Desak Oposisi Sekutu dengan Partai Arab Demi Kalahkan Netanyahu
• 4 jam laludetik.com
thumb
Saat Namu Balai Kota Menjawab Rasa Penasaran Warga Jakarta
• 20 jam laludetik.com
thumb
Menkop Ajak ICMI Wujudkan Koperasi Kemandirian Umat & Ekonomi Kerakyatan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Konferda V PA GMNI Jatim Bahas Regenerasi Kader dan Tantangan Era Digital
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Stimulus Rp 30,79 T Disiapkan Jelang Nataru, Ini Dampaknya bagi Ekonomi
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.