Saling Silang Menambah Usia Barang, Menekan Konsumerisme

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Antrean peserta mengular menjelang sesi kedua Saling Silang yang berlangsung di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026). Mereka telah melakukan registrasi beberapa hari sebelumnya untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Saling Silang merupakan kegiatan bertukar barang bekas (swap/free market) dan kampanye gaya hidup berkelanjutan yang diadakan Lyfe with Less. Prinsip reduce (mengurangi konsumerisme), rewear (mengenakan barang kembali), dan reuse (menggunakan barang kembali) menjadi keutamaan kegiatan tersebut.

Pada acara tahun ini, sebanyak 800 peserta telah terdaftar. Alokasi pelaksanaan bagi sejumlah peserta tersebut dibagi dalam dua hari. Sebelum dimulai, pembawa acara menjelaskan terlebih dahulu aturan main pelaksanaan Saling Silang melalui pengeras suara.

Konsep utama Saling Silang adalah bertukar barang bekas layak pakai dengan memberikan maksimal lima item barang bekas. Peserta akan mengadopsi barang yang dibutuhkan dengan jumlah yang sama.

Barang yang dibarter peserta akan dikurasi dulu di meja penerimaan oleh panitia untuk ditentukan kelayakannya. Peserta dapat membawa maksimal lima barang yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu busana dan dua barang lain, seperti buku, produk perawatan tubuh, produk elektronik, parfum, dan perlengkapan bayi, mulai dari mainan hingga kereta bayi. Barang-barang ini juga dapat ditukarkan.

Dari proses kurasi yang lolos, setiap peserta mendapatkan maksimal lima token yang mereka hasilkan dari lima barang yang lolos kurasi. Jadi, satu barang yang didonasi akan mendapatkan satu token.

Peserta yang telah melalui kurasi dan memiliki token selanjutnya akan menunggu nomor registrasinya dipanggil oleh MC. Setiap sesi, panitia membatasi 25 peserta untuk masuk ke lokasi bazar. Mereka memiliki durasi waktu 10 menit untuk memilih barang. Selesai memilih barang yang mereka mau, peserta keluar menuju ke area pintu keluar untuk menukarkan token dan menunjukkan barang yang telah mereka pilih.

Deretan rak baju dan meja yang memajang aneka barang untuk barter menyambut para peserta yang bersemangat mengikuti Saling Silang. Selain barang yang ditukar, mereka juga dapat mengambil barang gratis di kotak freebies di salah satu sudut ruangan.

Faqih, salah satu anggota panitia, mengutarakan bahwa sebagian barang yang dipajang di bazar ini merupakan barang yang telah dikurasi oleh peserta di sesi pagi. Ada juga kemungkinan barang-barang yang dibawa dari kegiatan Saling Silang di kota-kota sebelumnya. Hal ini disebabkan peserta akan menunggu waktu kurasi yang lama jika harus memulai kegiatan dari barang yang didonasi hari itu juga.

”Jadi, setiap berpindah kota atau melakukan event selanjutnya, kami akan membawa beberapa stok kontainer barang gitu. Begitu seterusnya,” ujar Faqih. ”Alhamdulilah, setiap kegiatan Saling Silang selalu mendapat respons positif dengan tingginya animo peserta saat registrasi,” tambahnya.

Selain barang-barang umum, ada pula barang kalcer bagi gen Z penggemar K-pop. Panitia juga menyediakan token K-pop yang bekerja sama dengan K-pop for Planet. Peserta yang membawa benda suvenir K-pop, seperti foto, album, dan pernak-pernik, akan dikurasi oleh anggota dari K-pop for Planet dan ditukar dengan barang-barang kategori yang sama.

Wulansari (20), salah satu peserta asal Kembangan, Jakarta Barat, mengetahui acara ini dari Instagram. ”Ini baru pertama kali ikut. Aku bawa tiga item. Dua kemeja dan satu celana. Terus ini dapat fashion juga, cuma aku ngambil-nya dua saja. Yang penting cocok model sama ukurannya,” ujarnya.

Menurut Wulan, acara ini bagus karena dapat mendukung gaya hidup berkelanjutan dan mengurangi ”borong-borong” dan menumpuk barang.

Peserta lain, Monika (25), datang dari Tangerang dengan menumpang KRL ke acara tersebut. ”Ini aku sudah keempat kali kayaknya ikut ini. Menurutku menarik sih. Bisa dapat baju lain lagi yang bisa dipakai. Tadi yang di-drop celana, satu sama dua baju. Terus sekarang ngambil-nya dua baju sama satu selendang gitu,” tuturnya.

Selain tukar-menukar barang bekas, acara ini juga dimeriahkan berbagai aktivitas ramah lingkungan. Beberapa di antaranya Jajan di Pasar Baik yang menjadi ruang bagi pelaku UKM lokal, berbagai produk ramah lingkungan, daur ulang sampah elektronik, daur ulang minyak jelantah, hingga layanan perbaikan pakaian.

Gerakan ramah lingkungan ini belakangan semakin sering digalakkan oleh sejumlah komunitas. Selain Jakarta, kegiatan serupa berlangsung di Bandung, Bogor, dan kota lain. Bersaling-silang sendiri telah terselenggara tiga kali di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi konsumerisme terhadap barang. Masyarakat juga berlatih mengurasi sendiri barang-barang yang sekiranya sudah tidak digunakan lagi di rumah, tetapi mungkin masih bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian, hal itu akan memperpanjang usia pakai barang dan mengurangi sampah-sampah barang bekas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menang 5-2 atas Udinese, AS Roma tempel Lazio dan Inter Milan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Wajib Halal Mundur ke 2028, Pengusaha Kosmetik Anak Buka Suara
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gedung Ortopedi RSUD Dr Soetomo Akan Dirobohkan, Simpan Sejarah Tiga Dekade
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Turun dari KRL, Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Polandia menyatakan tatanan konstitusi telah dilanggar
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.