Tiwi/Fadia memastikan tiket final setelah mengalahkan pasangan Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, pada semifinal di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Sabtu, 31 Oktober. Pasangan unggulan kelima itu menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 24-22.
Amallia Cahaya Pratiwi mengatakan kesabaran menjadi salah satu kunci kemenangan mereka di semifinal. Menghadapi pasangan Bulgaria yang memiliki pertahanan solid, Tiwi/Fadia tidak selalu mengandalkan smash keras ketika mendapatkan bola atas.
"Strategi hari ini memang kalau ada bola lambung kami menyerang tetapi tidak selalu smash kencang, karena mereka sudah sangat siap defencenya, jadi di bola-bola atasnya kami harus lebih sabar," kata Tiwi dalam keterangan resmi Tim Media dan Humas PBSI.
Tiwi juga menyebut kepercayaan satu sama lain menjadi faktor penting. Mereka berusaha saling mengingatkan dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan selama pertandingan.
"Kunci kemenangannya percaya satu sama lain, saling mengingatkan dan bermain tidak terburu-buru," ujarnya.
Tiwi/Fadia Waspadai Unggulan Pertama
Pada partai final, Tiwi/Fadia akan menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun. Pasangan Taiwan tersebut berstatus unggulan pertama, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi wakil Indonesia.
Siti Fadia Silva Ramadhanti mengakui calon lawan mereka memiliki pengalaman, serangan, dan pertahanan yang bagus. Karena itu, Tiwi/Fadia perlu kembali mengandalkan kesabaran dan tidak terburu-buru saat membangun serangan.
Fadia juga mengingatkan bahwa kemenangan atas Hsu/Lin pada pertemuan terakhir di babak 16 besar German Open 2026 tidak boleh membuat mereka terlena. Saat itu, Tiwi/Fadia menundukkan Hsu/Lin dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-14 dalam tempo 35 menit.
"Walaupun pada pertemuan terakhir di German Open kami menang, kami tidak mau meremehkan karena mereka ada track record yang bagus di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Jadi kami harus siap lagi di lapangan besok," ujar Fadia.
Tiwi menambahkan, mereka masih harus meningkatkan permainan dan menjaga fokus menjelang pertandingan penentuan. Persiapan strategi juga menjadi perhatian agar bisa tampil maksimal di lapangan.
Fadia Ingin Kembali Juara Super 500
Keberhasilan mencapai final Hylo Open 2026 memiliki arti tersendiri bagi Fadia. Ini menjadi kesempatan baginya kembali tampil di partai puncak turnamen level BWF World Tour Super 500 setelah sebelumnya mencapai final bersama Apriyani Rahayu.
Kini, Fadia berusaha mewujudkan target tersebut bersama Tiwi. Ia berharap kerja keras mereka sepanjang turnamen bisa berujung pada gelar juara.
"Alhamdulillah senang bisa balik lagi di final super 500, terakhir bersama Kak Apriyani Rahayu sekarang bersama Tiwi, semoga besok ada jalannya untuk menjadi juara," kata Fadia.
Pertandingan final Hylo Open 2026 menjadi kesempatan bagi Tiwi/Fadia untuk membuktikan perkembangan pasangan mereka. Namun, menghadapi unggulan pertama, konsistensi dan ketenangan akan kembali menjadi modal penting untuk memperebutkan gelar di Saarbrücken.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Hylo Open 2026: Unggul Rekor Pertemuan, Tiwi/Fadia Pantang Remehkan Hsu/Lin di Final Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/bulutangkis/nN9dWErK-hylo-open-2026-unggul-rekor-pertemuan-tiwi-fadia-pantang-remehkan-hsu-lin-di-final
(KAH)





