Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA Raih Penghargaan Innovative Public Official Leader

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus Kepala Pos Komando (Kaposko) Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Safrizal ZA meraih penghargaan dalam ajang Inovasi Membangun Negeri 2026 yang diselenggarakan tvOne.

Safrizal mendapat apresiasi dalam bidang Innovative Public Official Leader, kategori Kepemimpinan Kolaboratif dalam Masa Kritis. Penghargaan tersebut disiarkan secara langsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Safrizal dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

BACA JUGA:Anindya Bakrie Sebut Optimisme Pengusaha Menguat, PMDN Hampir Rp2.000 Triliun

Selama menjalankan tugas sebagai Kaposko Wilayah Satgas PRR, Safrizal mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan terkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.

Meski menerima penghargaan, Safrizal menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukanlah pencapaian pribadi.

Dia justru mempersembahkan penghargaan itu kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh pihak yang telah bekerja bersama, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan relawan. Dalam situasi kritis, tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan mempercepat pemulihan masyarakat,” katanya kepada awak media, Minggu, 1 November 2026.

Menurutnya, penanganan pascabencana memiliki tantangan yang tidak sederhana. Selain ketersediaan sumber daya, diperlukan kemampuan menyatukan berbagai kepentingan, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:Ribuan Warga Jadi Korban, Ketua LPD Buahan Tabanan Diduga Tilep Rp19,3 Miliar Dana Nasabah untuk Trading

“Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi di atas kertas, tetapi keputusan yang cepat, kerja yang terintegrasi, dan hasil yang benar-benar dirasakan. Kepemimpinan dalam masa kritis adalah kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Melalui Satgas PRR, sejumlah langkah strategis terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Langkah tersebut mencakup sinkronisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, identifikasi kebutuhan prioritas daerah, penyelesaian berbagai hambatan pelaksanaan, hingga percepatan realisasi dukungan pendanaan.

Safrizal juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur fisik yang berhasil dibangun kembali.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh! Ziva Magnolya Pamer High Note di Konser LANY, Reaksi Paul Klein usai Dengar Suaranya Jadi Sorotan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai "Ribut" dengan Pemerintah
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cadangan Emas dan Nikel China Bertambah, Setara Penemuan Puluhan Tambang Besar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
5 Arti Mimpi Merobek Uang, Benarkah Jadi Pertanda Buruk Terkait Finansial?
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Warga RI Diangkat Jadi Menteri di Belanda, Pertama Dalam Sejarah
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.