Jakarta, VIVA - Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni mengaku menyesal lantaran hadir di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Acara tersebut berlangsung di Pos Polisi Thamrin, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Setelah menjadi hujatan netizen, Raffi pun melakukam klarifikasi dan menjelaskan bahwa dirinya diundang dalam acara tersebut.
"Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, insyaallah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," kata Raffi Ahmad, dikutip Minggu (1/11/2026).
Suami Nagita Slavina itu mengucapkan permintaan maaf karena telah dianggap membuat kegaduhan.
"Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," lanjutnya.
Raffi mengaku akan menjadikam hal itu pembelajaran baginya ke depan.
"Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah," katanya.
Sebelumnya, Raffi juga meminta maaf dalam sebuah tulisan di Instagramnya.
Melalui pernyataan yang diunggah di Instagram @raffinagita1717, Raffi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara yang digelar sehari sebelumnya itu hanya sebatas memenuhi undangan.
Ia mengaku baru memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut pada malam sebelum acara berlangsung.
Raffi juga membantah terlibat dalam persiapan maupun pengaturan jalannya deklarasi. Menurutnya, ia tidak mengetahui secara detail susunan kegiatan ataupun siapa saja pihak yang akan hadir.
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tulis Raffi.
Tak hanya soal kapasitasnya dalam kegiatan tersebut, suami Nagita Slavina itu turut meluruskan tudingan mengenai dugaan keterlibatannya dalam memunculkan salah satu merek di lokasi acara.
Raffi dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek dimaksud telah terpasang jauh sebelum deklarasi berlangsung. Karena itu, menurut Raffi, keberadaan atribut tersebut tidak berkaitan dengan kehadirannya.





