Dubes Palestina Percaya Kebijakan Prabowo Berpihak pada Kemerdekaan Palestina

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, meyakini Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan rakyat Indonesia tidak akan meninggalkan perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Abdulfattah saat menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama 1.000 Relawan Kemanusiaan untuk Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11). Ia menegaskan keyakinannya terhadap dukungan Indonesia bagi Palestina.

“Presiden, pemerintah, dan rakyat Indonesia selalu saya rasakan bersama bangsa Palestina,” kata Abdulfattah melalui penerjemahnya, Riva Berliana Arifin, di Monas, Jakarta.

Ia menilai pemerintah Indonesia memiliki pendekatan yang cerdas dalam menentukan kebijakan. Menurut dia, setiap keputusan pemerintah akan mempertimbangkan kepentingan Indonesia dan Palestina.

“Ya, pada prinsipnya saya meyakini semua kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia pasti memiliki kebaikan dan kemaslahatan bagi bangsa Palestina,” ujar dia.

Abdulfattah turut menanggapi pertanyaan mengenai desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP). Namun, ia tidak ingin mencampuri keputusan pemerintah Indonesia terkait keikutsertaan dalam forum tersebut.

“Ya, tentu keputusan Indonesia soal BOP ini, tentu saya mengomentarinya adalah kembali kepada kebijakan Indonesia itu sendiri,” jelasnya.

Abdulfattah mengatakan pemerintah Indonesia memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan kebijakan luar negeri. Ia meyakini keputusan yang diambil akan mengarah pada kepentingan Indonesia dan Palestina.

Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung situasi konflik di sejumlah kawasan yang menjadi perhatian dunia internasional. Ia menyebut Amerika Serikat tengah disibukkan dengan persoalan Iran, sementara Israel terlibat konflik di sejumlah wilayah, termasuk Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Abdulfattah Singgung Pemilu Israel

Dalam pidatonya di hadapan peserta apel, Abdulfattah juga menyinggung hasil pemilu di Israel. Ia menyebut rakyat Palestina sebagai pihak yang memenangkan pemilu tersebut.

Menurut Abdulfattah, warga Palestina yang berada di Israel untuk pertama kalinya bersatu dan berhasil memperoleh 19 kursi.

Ia juga menyinggung kegagalan tokoh Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, dalam pemilu tersebut.

“Telah berlangsung pemilihan umum di Israel. Semua orang bertanya, siapa yang memenangkan pemilihan tersebut? Pemenang pemilihan itu adalah rakyat Palestina,” tegas Abdulfattah.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Abdulfattah mengenai dinamika politik di Israel. Ia mengaitkannya dengan persatuan warga Palestina dan hasil yang diperoleh kelompok politik Palestina dalam pemilu.

Abdulfattah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang selama ini mendukung perjuangan Palestina.

“Tanpa dukungan Indonesia dan doa kalian untuk kami, rakyat kami tidak akan mampu terus bertahan hingga hari ini,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI: November Momentum Penting Perkuat Pembelaan terhadap Palestina
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Metro-Bareskrim Gerebek Kampung Bahari: 27 Orang Diamankan, Sita Narkoba-Senpi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Respons BPJS soal Kopdes Bakal Jadi Klinik Kesehatan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Kasus Penyerangan di Kampung Ambon
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Film Buya Hamka Vol. 3 tentang Apa? Ini Sinopsis dan Jadwal Tayangnya
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.