Pemukim Israel menyerang warga Palestina dan sejumlah aktivis saat mereka memanen buah zaitun di Desa Kafr Malik, Tepi Barat yang diduduki Israel, pada Jumat (30/10/2026). (REUTERS/Ammar Awad)
2/7Dalam serangan tersebut, sejumlah pemukim terlihat mengenakan penutup wajah. Salah satunya bahkan menutupi wajah dengan keffiyeh, syal yang telah lama menjadi simbol nasionalisme Palestina. Beberapa pemukim lainnya terlihat membawa tongkat. (REUTERS/Ammar Awad)
Seorang aktivis dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. Petugas medis terlihat memberikan pertolongan kepada korban di lokasi kejadian. (REUTERS/Ammar Awad)
4/7Jafar, seorang warga Palestina yang menyaksikan serangan itu, mengatakan tentara Israel justru melindungi para pemukim dan tidak berupaya menghentikan kekerasan. Ia juga menyebut warga Palestina dihalangi untuk mengakses tanah milik mereka sendiri. (REUTERS/Ammar Awad)
Sementara itu, militer Israel menyatakan pasukannya merespons laporan pemukim Israel yang menuduh warga Palestina melempar batu ke arah mereka. Militer juga menyebut telah menangkap dua warga Palestina. Namun, mereka tidak menanggapi laporan mengenai serangan pemukim terhadap warga Palestina. (REUTERS/Ammar Awad)
6/7Serangan terhadap warga Palestina meningkat selama musim panen zaitun yang berlangsung sejak akhir September hingga November. (REUTERS/Ammar Awad)
7/7Kelompok hak asasi manusia Israel, Yesh Din, melaporkan sedikitnya 135 serangan fisik terkait panen zaitun hingga 23 Oktober 2026. (REUTERS/Ammar Awad)




