Universitas Trisakti kembali menggelar prosesi wisuda semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan meluluskan 1.819 mahasiswa pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Di antara ribuan wisudawan tersebut, sorotan tertuju pada salah satu lulusan terbaik yang merupakan penerima manfaat dari program Online Scholarship Competition (OSC).
Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para lulusan dan kontribusi kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
"Kami bersyukur tahun ini kembali meluluskan 1.819 orang, sehingga total alumni Trisakti kini menembus 169.588 orang. Kami berharap para lulusan tidak hanya mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia di industri, tetapi juga berinovasi untuk menciptakan lapangan kerja baru," ujar Kadarsah, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 1 November 2026.
Secara khusus, Rektor juga mengapresiasi program beasiswa OSC. Sebagai mitra sejak awal program ini bergulir, Universitas Trisakti hingga kini telah berhasil menelurkan tujuh lulusan dari jalur penerima manfaat OSC. Kadarsah menyebut anak-anak didik dari jalur beasiswa ini konsisten menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan.
Baca Juga :
IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan BencanaSalah satu bukti nyata dari keberhasilan tersebut adalah Fira Tiara Rachmawati. Lulus dari Program Studi Arsitektur Lanskap, Fira berhasil dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik.
Perjalanan akademis Fira tidaklah mudah. Ia sempat merasa asing dengan jurusan yang dipilihnya. Tantangan mental juga ia hadapi ketika mendapati dirinya sebagai satu-satunya mahasiswi perempuan di antara enam mahasiswa dalam angkatannya. Namun, jaminan pendidikan dari OSC mengubah kekhawatirannya menjadi motivasi untuk berprestasi.
"Melalui beasiswa OSC, saya mendapat kesempatan kuliah penuh selama empat tahun tanpa perlu memikirkan beban biaya. Dukungan penuh tersebut memacu saya untuk fokus memaksimalkan kesempatan dan meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik, hingga akhirnya bersyukur bisa menjadi lulusan terbaik," tutur Fira.
Keberhasilan Fira menjadi bukti nyata bahwa kendala finansial tidak seharusnya menjadi penghalang pendidikan. Sebaliknya, dukungan yang tepat sasaran dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendobrak batas dan meraih prestasi tertinggi.




