PT Honda Prospect Motor (HPM) mengungkapkan performa penjualan city car Honda Brio di luar Pulau Jawa. Kontribusi penjualannya mencapai 35-40 persen dari total penjualan Brio nasional.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, menilai bahwa Honda Brio generasi kedua yang meluncur sejak 2018 masih kompetitif untuk bersaing. Terkait rencana pergantian model, ia mengatakan masih mempertimbangkan beberapa hal.
"Sekitar 2.000-an unit sekian lah kami bisa jual Brio. Kontribusi (penjualan Brio) di luar Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara bisa sekitar 35-40 persen, Jabodetabek sekitar 20 persen," rinci Billy saat ditemui di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (29/10).
Billy menyebut daerah di luar kota besar kini berkembang sangat cepat. Hal ini menjadi salah satu alasan HPM terus memperluas jaringan diler di wilayah yang jumlah unit beroperasinya besar.
“Konsumen jangan sampai harus ke pusat kota yang jaraknya tiga sampai empat jam hanya untuk servis. Kasihan kalau habis membeli mobil, perawatannya jadi sulit. Kepuasan pelanggan setelah membeli mobil nomor satu bagi kami,” lanjutnya.
Billy bilang, sebagian besar diler baru Honda dibangun oleh mitra yang sudah memiliki diler di pusat kota. Mereka melihat banyak konsumen berasal dari kawasan pinggiran kota (sub urban) sehingga mengusulkan pembukaan diler yang lebih dekat dengan konsumen.
Ia menjelaskan, HPM menentukan pengembangan jaringan diler berdasarkan kapasitas layanan di suatu wilayah. Di Tangerang Selatan, misalnya, Billy menyebut tingkat okupansi diler sudah mencapai 97-98 persen.
Kondisi ini mendorong HPM untuk menambah fasilitas agar konsumen tidak mengantre cukup lama untuk mendapatkan layanan.
“Kalau konsumen tidak sempat datang ke diler, mereka akhirnya ke bengkel umum. Prinsip kami dekat dengan konsumen, jadi bagaimana dia beli, rawat, dan jual harus mudah, peace of mind. Jadi, beli Honda aman, nggak usah jauh-jauh, ada di mana-mana," tutupnya.





