Kegiatan Kirab Budaya disertai sound horeg di Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026) dini hari meninggalkan jejak sampah berserakan.
Beberapa warga dan pengguna jalan lapor ke Suara Surabaya terkait kondisi lokasi acara pada Minggu pagi. Sampah berserakan di sepanjang jalan dan lokasi parkir mobil sound horeg.
Habibi Arsid, Sekretaris Panitia Kirab Budaya yang juga Kepala Urusan Perencanaan Desa Menganti mengakui jumlah penonton yang membeludak di luar perkiraan. Kondisi itu membuat petugas kebersihan kewalahan dan armada truk kesulitan melintas di rute pawai.
Habibi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan antisipasi, meski lonjakan penonton tetap di luar dugaan. “Memang di luar dugaan kami, tapi sebenarnya sudah kami antisipasi,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, sekitar pukul 05.30 WIB, petugas kebersihan sudah bekerja di sepanjang rute pawai sejak pukul 02.30 WIB dini hari. Namun, sampah yang ada baru sebatas dikumpulkan di sisi kanan dan kiri jalan.
Jumlah petugas kebersihan yang disiapkan panitia hanya empat orang. Jumlah itu sama dengan yang ditugaskan sejak awal persiapan. “Waktu awal kemarin dari panitia hanya empat orang. Kami pikir cukup,” katanya.
Sementara itu, pada pukul 12.45 WIB saat Habibi mengudara, menyebutkan bahwa di titik start di kawasan Teraland, kondisi area sudah bersih. Petugas kebersihan di lokasi tersebut telah menuntaskan pembersihan.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga membuat situasi di lapangan melampaui prediksi panitia. Truk pengangkut sampah kesulitan melintas karena penonton memadati rute pawai. “Ini di luar prediksi panitia. Truk-truk kesulitan lewat karena penontonnya banyak sekali,” tuturnya.
Sementara, AKP Arif Rahman Kapolsek Menganti menegaskan kebersihan merupakan tanggung jawab panitia, selain keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
“Keamanan, ketertiban, dan kebersihan itu merupakan menjadi bagian dan tanggung jawab daripada panitia,” tegasnya.
Ia memastikan kepolisian akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, termasuk memeriksa pihak panitia dan pemilik perangkat sound horeg terkait keterlambatan serta dampak yang ditimbulkan.
“Kami akan melakukan evaluasi dan melakukan pemeriksaan terhadap yang terkait, baik dari panitia maupun dari pemilik sound-nya juga. Terkait keterlambatan waktu pelaksanaan dan dampak sampah,” ujarnya.(iss)




