Trump Optimistis Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir, Kesepakatan Damai Berpeluang Tercapai saat KTT G20

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dapat segera tercapai menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Trump National Doral, Florida, Amerika Serikat.

Trump menilai peluang mengakhiri konflik antara kedua negara masih terbuka meskipun hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tetap diwarnai ketegangan mendalam.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara bersama komentator konservatif Benny Johnson pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam wawancara itu, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa upaya mencapai penyelesaian konflik Rusia-Ukraina telah menunjukkan peluang kemajuan.

"Saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan di sana," kata Trump.

Meski demikian, Trump mengakui bahwa permusuhan antara Putin dan Zelenskyy masih menjadi persoalan dalam upaya mempertemukan kepentingan kedua negara.

Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa momentum KTT G20 pada Desember mendatang dapat membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan perdamaian.

Trump Sebut Peluang Perdamaian Rusia dan Ukraina Sangat Besar

Ketika ditanya mengenai laporan kemungkinan tercapainya kesepakatan Rusia-Ukraina dalam rangkaian KTT G20, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa perundingan dapat menghasilkan terobosan.

"Saya pikir ada peluang yang sangat besar bahwa kita akan berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, kita juga sedang mengupayakan banyak kesepakatan lainnya," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme Trump terhadap kemungkinan penyelesaian konflik melalui kesepakatan antara Moskow dan Kyiv.

Namun, Trump belum menjelaskan secara terperinci bentuk kesepakatan yang sedang diupayakan maupun langkah diplomatik yang akan ditempuh untuk mempertemukan kedua pihak.

Belum ada pula kepastian mengenai kemungkinan pertemuan langsung antara Putin dan Zelenskyy dalam rangkaian KTT G20.

Hubungan kedua pemimpin yang masih diwarnai permusuhan menjadi salah satu tantangan dalam upaya mencapai penyelesaian konflik.

Trump tetap menyampaikan keyakinannya bahwa peluang perdamaian masih dapat diwujudkan melalui proses perundingan.

KTT G20 di Florida Berpotensi Jadi Momentum Diplomasi Rusia-Ukraina

KTT G20 dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di resor Trump National Doral, Florida, Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda internasional yang mendapat perhatian seiring berlangsungnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

Trump tidak menolak kemungkinan bahwa pembahasan mengenai penyelesaian konflik dapat memperoleh perkembangan dalam momentum pertemuan tersebut.

Meski demikian, pernyataan Trump belum memastikan bahwa kesepakatan damai akan ditandatangani pada KTT G20.

Presiden AS itu juga belum mengungkapkan apakah telah terdapat kesepahaman mengenai sejumlah persoalan utama yang menjadi sumber perselisihan antara Rusia dan Ukraina.

Optimisme tersebut disampaikan di tengah upaya Washington menangani berbagai persoalan internasional lainnya.

Selain konflik Rusia-Ukraina, Trump turut membahas perkembangan hubungan Amerika Serikat dengan Iran dan Kuba.

Trump Tegaskan AS Akan Cegah Iran Memiliki Senjata Nuklir

Dalam wawancara yang sama, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Ia menyampaikan bahwa Washington akan terus menangani persoalan keamanan yang berkaitan dengan program nuklir Teheran.

Trump juga mengeklaim kemampuan militer Iran telah mengalami pelemahan secara signifikan.

Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat bertekad untuk "menuntaskan persoalan itu" terkait Iran.

Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan antara Washington dan Teheran masih menjadi perhatian dalam perkembangan keamanan Timur Tengah.

Namun, Trump tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai langkah berikutnya yang akan ditempuh pemerintah AS terhadap Iran.

Persoalan nuklir Iran menjadi salah satu isu internasional yang turut disinggung Trump selain upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina.

Trump Soroti Situasi Kuba dan Peran Menlu Marco Rubio

Selain membahas Rusia, Ukraina, dan Iran, Trump turut menyinggung perkembangan politik di Kuba.

Presiden AS tersebut memperkirakan pemerintahan komunis Kuba tidak akan mampu bertahan lebih lama.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan Washington mengalihkan perhatian terhadap negara kepulauan tersebut setelah Venezuela.

"Kuba adalah negara yang gagal. Kita akan segera membawa orang-orang kembali ke sana," katanya.

Trump tidak merinci langkah yang dimaksud dalam pernyataannya mengenai masa depan Kuba.

Ia hanya menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio terus memantau perkembangan situasi di negara tersebut.

Pernyataan mengenai Kuba menjadi bagian dari pembahasan Trump tentang sejumlah persoalan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Sementara itu, terkait Rusia dan Ukraina, Trump tetap menempatkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai sebagai salah satu perkembangan yang diharapkannya menjelang KTT G20.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai jadwal penandatanganan kesepakatan maupun rincian hasil perundingan antara kedua negara.

Trump menyatakan keyakinannya bahwa peluang penyelesaian perang Rusia-Ukraina masih sangat besar, meskipun hubungan Putin dan Zelenskyy tetap menjadi tantangan dalam proses perdamaian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Turun 7 Persen saat Asing Net Sell Rp4 Triliun Sepekan, Intip 10 Saham Pemberat
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
PKS Ajak Generasi Penerus Berkontribusi Tanpa Menunggu Punya Jabatan
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Video: Gali Potensi Gas Alam Jumbo, RI Masih Terkendala Infrastruktur
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Apple Berubah Total Setelah Ganti CEO Baru John Ternus, Ini Bedanya
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sekolah Inklusif Belum Optimal, SLB Didorong Diperbanyak
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.