Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, berbicara tentang pengalaman perdananya tampil di Derby della Madonnina. Dia berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Inter Milan dalam laga ini.
I Rossoneri menghadapi rival sekotanya pada Minggu (1/11/2026) dini hari tadi WIB dengan rekam jejak positif. Mereka telah memenangkan tujuh pertemuan terakhir dalam laga ini dan kini berhasil diperlebar menjadi delapan laga beruntun.
Milan meraih kemenangan dengan skor 3-1 berkat kegemilangan Diego Moreira. Penyerang sayap asal Portugal itu sukses mencetak sebuah gol dan dua assist untuk Christian Pulisic dan Adrien Rabiot, selagi Inter hanya mampu membalas sekali melalui Alessandro Bastoni.
Amorim baru pertama kalinya melakoni Derby della Madonnina di ajang resmi. Sebelumnya, dia pernah menghadapi Inter bersama Milan pada tur pramusim di bulan Agustus lalu, namun itu bukanlah ajang resmi.
Sang pelatih asal Portugal mengaku puas dengan performa MIlan secara keseluruhan. Dia juga mengungkap peran penting Luka Modric untuk mempertahankan keunggulan di babak kedua ketika mereka sudah unggul 3-1.
“Saya senang dengan banyak hal, kami memulai dengan sangat baik, mereka sangat kuat dalam duel udara, tetapi kami mengubah cara kami menghadapi pertandingan, saya pikir dibandingkan dengan pertandingan lain, kami semakin membaik,” kata Amorim kepada DAZN Italia, seperti dilansir Football-Italia.
“Di babak kedua, kami menguasai bola, kami sangat bagus dalam hal itu, Luka Modric banyak membantu dalam hal itu. Itu bukan pertandingan yang luar biasa, tetapi ini adalah malam yang luar biasa bagi para penggemar kami dan penting bagi kami untuk memenangkan ini setelah hari Rabu sehingga kami dapat melangkah maju,” tambahnya.
Milan sebelumnya menderita kekalahan dengan skor 2-4 dari Bologna. Amorim menjelaskan apa yang berbeda dari pertandingan kali ini.
“Ini adalah pertandingan dan pendekatan yang benar-benar berbeda. Saya merasa tim marah dengan hasil terakhir, tetapi kita harus jujur, [Mario] Gila, Moreira, dan Rabiot membuat perbedaan besar dalam pertandingan, bukan hanya karena kualitas mereka, tetapi juga karakteristik mereka dalam cara kita berlatih,” katanya.




