Cuaca Ekstrem Intai Sejumlah Wilayah, BNPB Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya yang bermukim di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring masih tingginya ancaman cuaca ekstrem di Indonesia.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir, di antaranya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Mlaya, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, serta terjangan angin kencang di kawasan pesisir Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengingatkan bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang mengguyur sejumlah provinsi, terutama di wilayah Pulau Sumatra.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun pemerintah daerah untuk senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah," ucap Berton dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Minggu, 1 November 2026.
 

Baca Juga :

Sejumlah Wilayah Diprediksi Masuk Musim Hujan pada November 2026, Ini Daftarnya


Wilayah yang masuk dalam kategori waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, hingga Lampung. Langkah Mitigasi dan Siapkan Tas Siaga
Guna menekan risiko jatuhnya korban dan kerusakan materiil akibat banjir, tanah longsor, serta angin kencang, BNPB merumuskan sejumlah langkah mitigasi konkret yang perlu segera dilakukan oleh warga dan aparat daerah:
  • Gotong Royong Bersihkan Saluran Air: Menggiatkan pembersihan selokan, gorong-gorong, dan saluran drainase permukiman agar tidak tersumbat sampah.
  • Susur Sungai Berkala: Melakukan pemantauan dan pembersihan aliran sungai dengan pendampingan teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
  • Identifikasi Jalur Evakuasi: Warga diminta mengenali serta memetakan jalur evakuasi yang aman menuju titik kumpul jika sewaktu-waktu banjir atau longsor terjadi.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana (TSB): Menyiapkan ransel darurat berisi kebutuhan dasar, dokumen penting, obat-obatan, senter, dan pakaian untuk bertahan minimal selama tiga hari pertama bencana.
  • Pengecekan Infrastruktur Air: Memeriksa kekuatan fisik tanggul, bendungan, dan pintu air sungai guna mencegah potensi jebol saat debit air melonjak drastis.

BNPB juga meminta pemerintah daerah proaktif menyiagakan personel gabungan, peralatan pertolongan, dan logistik penyelamatan demi mempercepat respons evakuasi saat bencana hidrometeorologi melanda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tutup Semua Celah, Polisi Sisir Jalan Tikus di Kampung Bahari Jakut, Bandar Narkoba Kocar-kacir
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri PKP Tinjau Langsung Calon Penerima Bedah Rumah di Kampung Boncos Jakbar
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Raffi Ahmad Buka Suara soal Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda: Saya Terbuka Terhadap Kritik, Bukan Fitnah!
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Michael Carrick: MU kehilangan kendali permainan di babak kedua
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
5 Makhluk Mitologi Jepang dengan Kisah Paling Menyeramka
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.