Tur kapal wisata yang mestinya menyenangkan justru berakhir tragis. Inilah yang terjadi pada The Stretch Duck 7 yang tenggelam pada 2018 di Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan National Transportation Safety Board, pada 19 Juli 2018 sekitar pukul 19.08 waktu setempat (CDT), kapal penumpang amfibi modifikasi era Perang Dunia II sepanjang 33 kaki yang bernama "The Stretch Duck 7", memasuki perairan Table Rock Lake dekat Branson, Missouri.
Meskipun pihak National Weather Service telah mengeluarkan dan menyebarkan peringatan badai petir, pihak pengelola (Ride the Ducks of Branson) tetap melanjutkan tur air tersebut. Kapal memasuki perairan di tengah munculnya angin kencang dengan hembusan hingga 73 mph dan gelombang danau setinggi 3 hingga 5 kaki.
Air masuk ke dalam kapal hingga akhirnya "The Stretch Duck 7" tenggelam dengan cepat sekitar 250 kaki dari jalur keluar. Dari total 31 orang yang berada di dalam kapal, sebanyak 17 orang dinyatakan tewas.
Berdasarkan temuan awal NTSB, insiden ini disebabkan oleh kombinasi kelalaian operasional dan kondisi teknis kapal. Pengelola tidak menghiraukan informasi cuaca yang tersedia sehingga tidak menghentikan operasional kapal saat badai parah mendekat.
Selain itu, gelombang besar menerjang dan membuka katup penutup asupan udara secara terus-menerus, sehingga air masuk ke dalam ruang mesin.
Kapal tenggelam dengan cepat akibat banjir yang meluas tanpa hambatan karena kurangnya sekat pemisah kedap air. Tirai kapal dalam kondisi tertutup, yang menghambat jalan keluar penumpang saat kapal tenggelam dan memperbanyak korban jiwa.
NTSB memastikan bahwa sistem kemudi, propulsi, dan pompa lambung (bilge) berfungsi normal, serta tidak ada penyalahgunaan alkohol maupun obat-obatan oleh awak kapal.
(rdp/imk)





