Nita Yudi Pastikan Pemerintah Dukung Penuh Munas X IWAPI di Jakarta

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi menegaskan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IWAPI yang diselenggarakan di Bandung tidak diakui kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI.

Dia menegaskan penyelenggaraan Munaslub tersebut ilegal karena dinilai tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi.

BACA JUGA: IWAPI Matangkan MUNAS X, Tatyana Sentani Ditetapkan Sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

Penegasan itu disampaikan Nita menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X IWAPI yang akan berlangsung pada 1–3 November 2026 di Hotel Borobudur Jakarta.

Nita memastikan seluruh tahapan Munas X dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Khusus Organisasi (PKO).

BACA JUGA: Tatyana Sutara Deklarasikan Diri sebagai Calon Ketum DPP IWAPI 2026–2031

“Yang jelas kami tidak mengakui itu dan itu merupakan Munaslub ilegal. Sangat disayangkan ketika seorang calon ketua umum tidak lolos lalu mengadakan Munaslub,” tegas Nita dalam konferensi pers persiapan Munas X IWAPI.

Menurutnya, penyelenggaraan Munaslub menjelang Munas yang telah dijadwalkan justru berpotensi mengganggu konsolidasi organisasi. Terlebih, masa kepemimpinannya segera berakhir setelah dua periode menjabat sebagai Ketua Umum IWAPI.

BACA JUGA: Sambut Baik Dua Calon Ketua Umum IWAPI, Dewi Motik Berharap Munas Berlangsung Demokratis

Nita menjelaskan, berdasarkan AD/ART, seorang calon Ketua Umum IWAPI harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya merupakan warga negara Indonesia, pernah menjadi pengurus organisasi selama satu periode atau lima tahun, berpendidikan minimal sarjana atau sederajat, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) IWAPI & Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta mempunyai profil usaha yang lengkap.

Calon ketua umum juga diwajibkan mengikuti pelatihan. Persyaratan tersebut dinilai penting agar calon pemimpin memahami AD/ART dan tata kelola organisasi sebelum menjalankan kepemimpinan.

Nita mengatakan, salah satu bakal calon tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan IWAPI.

“Harus mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama IWAPI. Bukan bersama yang lain. Karena kita sudah membuat pakem-pakem bagaimana menjalankan organisasi, termasuk AD/ART dan PKO,” ujarnya.

Dia menilai, pemahaman terhadap aturan organisasi merupakan hal mendasar bagi seorang calon ketua umum, mengingat IWAPI telah berdiri selama 51 tahun dan menjadi organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Nita juga mengungkapkan DPP IWAPI telah menyiapkan surat pemberhentian terhadap pihak yang dinilai melanggar ketentuan organisasi.

Namun, keputusan lebih lanjut tetap akan dibahas melalui forum pleno yang merupakan forum tertinggi dalam organisasi.

“Kami sudah membuat surat pemecatan kepada ketua. Tetapi apabila ada iktikad baik dari mereka untuk kembali, kami pun akan mengembalikannya lagi ke pleno. Karena forum paling tinggi adalah pleno,” katanya.

Mengeklaim Prabowo Dukung Munas X

Di tengah polemik tersebut, Nita mengungkapkan telah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang bersama jajaran pengurus DPP IWAPI sebelum menggelar konferensi pers. Dalam pertemuan itu, Nita mengaku menyampaikan rencana penyelenggaraan Munas X IWAPI kepada Presiden.

Menurut Nita, Prabowo memberikan dukungan agar agenda organisasi tersebut tetap dilaksanakan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, insyaallah. Jadi tadi kami sampaikan ke beliau, beliau bilang, ‘Lanjutkan, laksanakan, insyaallah’,” ungkapnya.

Nita menyatakan dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi DPP IWAPI untuk melanjutkan agenda Munas X sebagai forum konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan organisasi.

Munas X akan mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan kepengurusan selama lima tahun terakhir, sekaligus merumuskan arah organisasi untuk lima tahun mendatang. Salah satu agenda terpenting adalah memilih Ketua Umum IWAPI periode 2026–2031.

Nita memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri karena telah menjabat selama dua periode. Dalam proses penjaringan calon ketua umum, DPP IWAPI telah menetapkan Tatyana Sentani Sutara sebagai calon tunggal setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan verifikasi persyaratan.

Tatyana Siap Pimpin IWAPI

Calon Tunggal Ketua Umum IWAPI periode 2026–2031 Tatyana Sentani Sutara menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan Munas X. Dia mengaku telah menyiapkan program kerja untuk lima tahun ke depan yang akan dipaparkan kepada para pemegang hak suara.

Tatyana menilai polemik yang terjadi seharusnya tidak perlu muncul apabila seluruh pihak memahami dan mematuhi aturan organisasi.

“Sebenarnya ini tidak perlu terjadi kalau kita mau lebih belajar mengenai ART dan aturan. Seperti negara kita negara hukum, semua ada aturannya, semua ada undang-undangnya, semua ada ART-nya. Kalau kita tidak memakai koridor itu, akibatnya kita akan rugi sendiri dan salah langkah,” ujar Tatyana.

Dia berharap seluruh anggota dapat kembali bersatu dan mengutamakan semangat positif untuk membesarkan organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya tidak menghalangi keberlanjutan program dan pelayanan kepada anggota.

Tatyana juga telah menyiapkan sejumlah program prioritas apabila dipercaya memimpin IWAPI. Di antaranya memperbaiki basis data anggota, membuka akses permodalan yang lebih baik dan terukur, serta memperkuat literasi keuangan dan digital bagi perempuan pengusaha.

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kapasitas usaha anggota sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan dan pasar.

“Yang paling dekat, kita mau membuat suatu program di mana pertama memperbaiki database kita. Kedua, membuka akses permodalan kepada anggota maupun mitra binaan kita supaya mereka bisa mendapatkan akses permodalan yang lebih baik dan lebih terukur,” jelasnya.

Tatyana menegaskan, penguatan kapasitas anggota tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan modal. Karena itu, IWAPI ke depan perlu memperkuat literasi keuangan, literasi digital, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap sumber pembiayaan.

Tim Pemenangan Fokus Jaga Suara Daerah

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Tatyana Sentani Sutara, Vivi Susanti, mengatakan timnya sejak awal bekerja sesuai prosedur organisasi. Pihaknya tidak mencampuri proses kerja tim verifikasi dan lebih memusatkan perhatian pada persiapan program serta komunikasi dengan anggota di daerah.

Vivi menyebut tim pemenangan telah menjalin komunikasi dengan berbagai daerah untuk memberikan pemahaman mengenai sosok Tatyana dan program yang disiapkan untuk IWAPI lima tahun mendatang.

“Sejak awal kita bekerja memang sudah sesuai prosedur yang bisa saya lakukan. Saya dan tim tidak mencampuri urusan kerja tim verifikasi. Saya tentunya hanya fokus kepada Ibu Tatyana dan membuat program yang sekiranya sangat bermanfaat ketika beliau menjadi ketua umum,” ujar Vivi.

Dia menambahkan, tim pemenangan juga berupaya menjaga komunikasi dengan daerah, menjawab berbagai pertanyaan, serta memberikan informasi yang dibutuhkan anggota mengenai visi dan program Tatyana.

Vivi memastikan, meskipun Tatyana menjadi calon tunggal, pihaknya tidak ingin mengabaikan aspirasi maupun harapan anggota IWAPI di seluruh Indonesia.

“Kami lebih kepada menyusun program, persiapan bagaimana menjaga suara daerah, menjalin komunikasi dengan daerah-daerah. Kami ingin memastikan bahwa besok ketika Munas berlangsung, Ibu Tatyana tidak akan abai terhadap apa yang dijanjikan, yaitu program untuk IWAPI dan anggota IWAPI di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Munas X Diikuti Lebih Dari 1.000 Peserta

Berdasarkan keterangan resmi DPP IWAPI, Munas X mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045”.

Lebih dari 1.000 peserta telah mendaftar, melakukan pembayaran, dan terkonfirmasi hadir dalam kegiatan tersebut. Rangkaian Munas X berlangsung pada 1–3 November 2026 di Hotel Borobudur Jakarta.

Kegiatan diawali pada 1 November dengan kedatangan dan registrasi peserta serta peninjau, pembagian perlengkapan Munas, dan pembukaan IWAPI EXPO. Pembukaan Munas X dijadwalkan pada 2 November pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan, seminar, serta Sidang Pleno I hingga III.

Sidang Pleno I membahas pengesahan kuorum, susunan acara, tata tertib, dan pemilihan pimpinan sidang. Sidang Pleno II mencakup laporan pertanggungjawaban DPP, pandangan DPD, serta pembahasan melalui komisi-komisi.

Sementara Sidang Pleno III membahas hasil komisi, penyampaian visi dan misi calon ketua umum, penetapan ketua umum, serta pembentukan kepengurusan melalui formatur.

Munas X juga diharapkan menghasilkan arah program konkret untuk memperkuat peran perempuan pengusaha dalam perekonomian nasional, termasuk melalui transformasi digital, perluasan akses pasar, pembiayaan, serta penguatan ketahanan pangan.

Selain persidangan, IWAPI EXPO yang berlangsung pada 1–3 November 2026 terbuka untuk masyarakat umum tanpa biaya masuk. Pameran tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk memperkenalkan produk dan usaha, memperluas jejaring, serta membuka peluang kemitraan.

Melalui Munas X, IWAPI menargetkan penguatan organisasi dengan semangat inovatif, inklusif, dan kolaboratif, sekaligus memperluas kontribusi perempuan pengusaha dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cadangan Emas dan Nikel China Bertambah, Setara Penemuan Puluhan Tambang Besar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
• 9 jam laludetik.com
thumb
Seluruh Pejabat Partai Korup? Laporan Resmi Menyebutkan Lebih dari 7,9 Juta Orang  Dijatuhi Sanksi Sejak Kongres Nasional ke-18 Partai Komunis Tiongkok
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Pesan Tegas Prabowo di SMA Taruna Nusantara: Korupsi Ancam Masa Depan Indonesia
• 23 jam laludisway.id
thumb
Profil dr. Gia Pratama, Dokter yang Umumkan Kehamilan Istri Usai 8 Tahun Menanti, Tangisnya Pecah saat USG Calon Buah Hati
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.