Lomba Lari Butuh Persiapan Khusus, Hasil Latihan Harus Jadi Pertimbangan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pelatih olahraga, Matias Ibo, mengingatkan, para pelari sebaiknya mempersiapkan diri sebelum ikut perlombaan secara bertahap. Strategi, intensitas, dan pendekatan tiap jarak lomba lari sangat berbeda.

"Jadi pelajaran buat kita semua pelari ada tahapannya kita kerjakan 5 km dulu, udah nyaman naik ke 10 km, kalau udah nyaman ke 20 km," ujar Ibo, dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menekankan, para peserta harus mempertimbangkan hasil latihan untuk menentukan jarak lomba yang diikuti. Menurutnya, para peserta bisa melihat capaian waktu terlebih dahulu, kemudian menghitung jarak yang bisa ditempuh.

"Ternyata 1 jam bisa tujuh km, sisa 3 buat 10 km. mungkin kita siap buat 10 km dengan pace tertentu, tapi kalau HM (half marathon) atau FM (full marathon) pasti kita tidak siap," tuturnya.

Baca Juga :

Tips Lari untuk Pemula: Pemanasan Dinamis dan Target Waktu
Ibo mengungkapkan pentingnya Cut-Off Point (COP) dalam lomba lari. Tidak hanya sebagai checkpoint, COP juga bagian dari sisi keamanan lomba agar tidak membahayakan pemain.

Ia menyebut, dengan adanya COP, maka kondisi pelari dijaga agar tidak asal-asalan dalam berlari. Menurutnya, jika para peserta tidak siap dengan aturan perlombaan, maka lebih baik tidak memaksakan diri.

"Dari COP 1 ke COP 2 apakah larinya akan bertambah cepat, kalau kita tidak siap akan lebih menurun dari sisi stamina, kram, kekuatan, pusing, keringat bertambah, pusing, belum lagi panas, heat stroke. Jadi ini mau dicegah dengan COP," katanya.


Running enthusiast dan finisher FM Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Tammy Shahab dalam program Meet Nite Live. Dok. Metro TV.


Sementara itu, running enthusiast dan finisher FM Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Tammy Shahab, mengaku mengikuti perlombaan untuk menantang diri sendiri. Meski begitu, ia tetap mengutamakan kondisi tubuh dan tidak terburu-buru untuk mengikuti lomba lari.

"Aku baru berani FM itu tahun 2025. Aku tipenya tidak berani cepat-cepat," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Ungkap Lebih dari 300.000 Guru Madrasah Belum Bersertifikat
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Dampingi Kim Woo Bin Lawan Kanker, Simak Cerita Shin Min Ah Tentang Kehidupan Pernikahan
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
KITAS Palsu hingga Overstay, 13 WNA Ditahan di Imigrasi Depok
• 11 jam laludisway.id
thumb
Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2,5 Capai 10 Kali Lipat Batas WHO
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Terungkap, Ini Kekuatan Rahasia yang Buat Veda Ega Mengganas di Moto3 Malaysia 2026
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.