Jakarta, VIVA - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset dalam mempercepat transformasi energi nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam hari kedua Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 yang diselenggarakan di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Ketua Umum Aspebindo Anggawira menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, inovasi, serta penguatan rantai pasok dan hilirisasi industri nasional.
"Transformasi energi harus menghadirkan ketahanan pasokan, daya saing industri, dan manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar pengembangan energi bersih berjalan seiring dengan penguatan industri nasional," ujar Anggawira, dikutip Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Aspebindo ingin mendorong kolaborasi yang tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan kerja sama konkret melalui investasi, pengembangan teknologi, dan pemanfaatan hasil riset kampus. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan," tegas Anggawira.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa menyoroti pentingnya pengembangan energi bersih yang tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem laut dan potensi ekonomi biru.
"Laut memiliki potensi besar sebagai sumber energi sekaligus penopang ketahanan iklim dan ekonomi masyarakat pesisir. Pengembangannya harus berbasis sains agar pemanfaatan energi bersih tetap menjaga ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang," ujar Jamaluddin.
Jamaluddin menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan melalui kerja sama dengan pemerintah dan industri.
"Kampus harus menjadi mitra strategis dunia industri melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata. Kolaborasi tersebut penting agar investasi energi tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lemigas Muhammad Iksan Kiat, menekankan pentingnya pembagian peran dan penguatan kapasitas dalam membangun ekosistem industri energi yang terintegrasi.





