JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Rakabuming, dan putusan MK soal ijazah SMA Gibran, partai politik mulai menunjukkan sikap, termasuk partai koalisi, yakni PKB.
Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin, menyatakan, putusan MA dan MK bisa menjadi pijakan dan mengubah dinamika sikap partai politik merespons polemik ijazah Gibran.
Muhammad Khozin bilang, PKB telah melakukan komunikasi intensif secara informal dengan partai lain untuk membahas polemik ijazah Gibran.
Soal manuver sejumlah partai politik terkait polemik ijazah Gibran, Sekjen Projo, Freddy Damanik, menilai polemik ijazah ini tak hanya menargetkan Wapres Gibran, tetapi juga menargetkan Presiden Prabowo.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menyebut polemik ijazah Gibran berpotensi punya implikasi ke Presiden Prabowo Subianto.
Setelah MK dan MA memutus perkara syarat pendidikan Wapres Gibran, bola panas polemik ijazah Gibran kini berada di tangan Gibran dan partai politik di DPR.
Lalu, bagaimana arah polemik ijazah Gibran selanjutnya? Kita bahas bersama Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, Pengajar STH Jentera Institute, Bivitri Susanti, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.
Baca Juga: Suket Ijazah Dibatalkan MA, Gibran Bakal Mundur? | SAPA MALAM
#pkb #ijazahgibran #suketijazah #politik
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- ahmad doli
- ijazah gibran
- suket ijazah
- ade darmawan
- prabowo
- presiden





