HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kawasan Anjungan Pantai Losari kini memiliki daya tarik baru. Selain menikmati panorama pantai, masyarakat dapat berburu produk unik, kuliner, fashion, hingga kerajinan lokal melalui Makassar Sunday Market 2026.
Sebanyak 31 tenant UMKM meramaikan peluncuran perdana kegiatan tersebut di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (1/11/2026).
Digagas melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, Sunday Market dirancang menjadi ruang promosi sekaligus destinasi wisata belanja yang mempertemukan pelaku usaha kreatif dengan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan kehadiran Sunday Market merupakan upaya pemerintah kota memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di Makassar.
Menurutnya, Anjungan Pantai Losari dan anjungan mandiri merupakan ruang interaksi publik yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Makassar.
Karena itu, kawasan tersebut perlu dihidupkan melalui berbagai aktivitas produktif yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara dan mancanegara.
“Anjungan Pantai Losari merupakan ruang interaksi publik sekaligus daya tarik wisata yang ikonik. Tentu, selain kenyamanan, keamanan, dan ketertiban, perlu ada aktivitas di dalamnya yang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, Makassar Sunday Market menjadi salah satu pilihan aktivitas yang dapat dinikmati masyarakat maupun pendatang untuk mendapatkan pengalaman berbelanja berbeda.
Menariknya, 31 tenant yang berpartisipasi dalam peluncuran perdana ini telah melalui proses kurasi oleh tim Dinas Pariwisata. Produk yang ditampilkan memiliki keunikan dan karakter masing-masing.
Sejumlah pelaku usaha yang selama ini hanya memasarkan produknya secara daring atau online kini mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan konsumen melalui penjualan secara luring atau offline.
Bahkan, terdapat produk yang biasanya hanya dapat diperoleh melalui sistem pre-order (PO), tetapi kini sudah tersedia dan bisa dibeli langsung di lokasi kegiatan.
“Ini menjadi salah satu keunikan Sunday Market. Ada produk yang biasanya harus melalui PO, tetapi di sini bisa langsung dibeli,” katanya.
“Ada juga pelaku usaha yang selama ini hanya berjualan online, sekarang bisa hadir secara offline dan berinteraksi langsung dengan pembeli,” lanjutnya.
Hendra menambahkan, pengembangan Sunday Market tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan industri kreatif lokal, khususnya subsektor fashion, kuliner, dan kriya.
Untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, kegiatan ini turut menghadirkan beragam konten pendukung. Mulai dari zumba, live music, pertunjukan seni tari, pameran produk, lomba menggambar, hingga kelas public speaking.
Ragam aktivitas tersebut diharapkan menjadikan Sunday Market sebagai ruang publik yang tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat rekreasi, hiburan, edukasi, dan interaksi masyarakat.
Dengan konsep tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman dalam satu kawasan. Mulai dari berburu produk kreatif lokal, mencicipi kuliner, menyaksikan pertunjukan seni, hingga mengikuti aktivitas bersama keluarga.
Lebih jauh, Hendra menegaskan Makassar Sunday Market bukan sekadar kegiatan temporer untuk memeriahkan HUT ke-419 Kota Makassar.
Program ini dirancang menjadi agenda rutin yang memberikan ruang berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar.
“Sebetulnya kegiatan ini merupakan program rutin yang akan terus berjalan. Namun, kita luncurkan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Makassar 2026. Ini sekaligus menunjukkan kepada warga bahwa Makassar memiliki wajah baru lagi,” tutup Hendra. (*)





