Gerebek Kampung Bahari, Polisi Temukan Mesin Pencetak Ekstasi

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Polisi kembali menggerebek Kampung Bahari di Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 1.800 petugas gabungan menggerebek lapak-lapak di sekitar rel kereta api yang menjadi sarang narkoba, di Kampung Bahari. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan mesin pencetak ekstasi.

Pukul 06.25 WIB, anggota kepolisian melakukan perjalanan ke lokasi penggerebekan dengan menaiki kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok. Mobilisasi dengan kereta tersebut dilakukan agar pergerakan petugas tidak diketahui oleh pihak-pihak yang disasar dalam operasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan berlangsung serentak dari berbagai arah. Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur aparat penegak hukum Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Brigade Mobil Polri, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan Badan Narkotika Nasional atau BNN,

Dari penggerebekan di lapak-lapak yang berada di sekitar rel, polisi mengamankan empat orang. Tiga orang di antaranya merupakan pengguna narkotika, sedangkan satu lainnya diduga sebagai pemilik barang bukti. Polisi juga mendapati uang tunai yang disimpan bersama ganja dalam sebuah kantong dalam lapak. Uang yang diduga berasal dari hasil penjualan narkoba itu turut disita sebagai barang bukti.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita ratusan gram sabu, ganja, dan ribuan butir ekstasi. Aparat juga menemukan mesin pencetak yang digunakan para pelaku penyalahgunaan narkoba untuk mencetak ekstasi. “Ada mesin pencetak ekstasi, kemudian ada senjata tajam, dan bong (alat isap sabu), ya semua ada kita temukan, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba,” kata Bismo di Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).

Bismo menyatakan, baik pengedar maupun pengguna narkoba masih terus melakukan transaksi narkoba di lapak-lapak di bantaran rel kereta api. Oleh karena itu Polda Metro Jaya akan terus melakukan operasi serupa di berbagai tempat. Kepolisian juga akan berfokus mengejar bandar narkobanya, “Kita akan bongkar juga lapak-lapak yang sudah ditemukan, supaya tidak disalahgunakan,” ujar Bismo.

Dalam pelaksanaan operasi, petugas juga menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang berada di lokasi. Bismo mengatakan, upaya tersebut untuk mengalihkan perhatian petugas dari titik yang menjadi sasaran penggerebekan. Meski demikian, aparat tetap melanjutkan operasi sesuai sasaran yang telah dipetakan.

Penataan lingkungan

Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Dadang Hartanto mengatakan, penggerebekan Kampung Bahari merupakan bagian dari operasi rutin kepolisian untuk membersihkan kawasan dari peredaran narkoba. Sebelum Kampung Bahari, polisi juga melakukan operasi serupa di Kampung Ambon dan Boncos.

Dadang mengatakan, operasi pemberantasan narkoba perlu diikuti dengan penataan lingkungan dan perbaikan kehidupan sosial masyarakat. Hal itu diperlukan agar kawasan yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat persembunyian bandar dan pengguna narkoba.

Baca JugaIkhtiar Mengubah Wajah Kampung Narkoba di Jakarta

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Utara agar pemerintah turut menata Kampung Bahari. Penataan tersebut mencakup lingkungan permukiman, aktivitas sosial, hingga penguatan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh narkoba.

Berdasarkan hasil peninjauannya di lokasi, Dadang menemukan sejumlah persoalan, mulai dari keberadaan rumah-rumah liar, tempat pemulung mengumpulkan sampah, hingga lokasi yang digunakan untuk pesta narkoba. 

Penataan yang dilakukan dengan memilah warga yang selama ini bekerja sebagai pemulung dan mencari nafkah di kawasan tersebut dengan pihak-pihak yang memanfaatkan lokasi untuk aktivitas peredaran narkoba. Pemulung yang sudah bertahun-tahun menetap dan mencari nafkah di sana harus teridentifikasi dan dilakukan pembinaan. “Sementara rumah-rumah liar yang selama ini ditinggali para pelaku harus dibersihkan,” kata Dadang.

Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah segera mengidentifikasi dan memisahkan pemulung dengan para pengedar karena para pengedar kerap berpura-pura menjadi pemulung, tetapi justru mengedarkan narkoba di lingkungan tersebut. 

Penataan kawasan juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perumahan. Kepolisian, menurut Dadang, tidak memiliki kewenangan untuk menangani seluruh persoalan permukiman dan sosial di kawasan tersebut.

“Pascaoperasi inilah yang penting sebenarnya. Jangan sampai setelah operasi selesai, (peredaran narkoba) menjamur lagi. Saya harapkan para pemangku kepentingan bersungguh-sungguh menyelesaikan permasalahan ini, tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian,” ujar Dadang.

Sulit diberantas

Penggerebekan di Kampung Bahari bukan kali pertama dilakukan polisi. Berdasarkan arsip Kompas, penangkapan pengedar narkoba di kawasan tersebut terjadi hampir setiap tahun selama kurun 2013-2024. Hanya pada 2017, 2018, dan 2020 tidak tercatat adanya penggerebekan maupun penangkapan terkait peredaran narkoba.

Berulangnya operasi kepolisian tersebut menunjukkan bahwa penindakan belum sepenuhnya memutus mata rantai peredaran narkoba di Kampung Bahari.

Pada 2024, kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Eliasta Meliala menilai, pemberantasan narkoba di kawasan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan.

Peredaran narkotika yang telanjur mengakar juga berkaitan dengan persoalan sosial-ekonomi, seperti kemiskinan dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut turut mendorong sebagian warga menjadikan peredaran narkoba sebagai sumber mata pencarian.

Baca JugaNestapa Kampung Bahari dan Fenomena Berulang Peredaran Narkoba

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Ara Siapkan Terobosan Bedah Rumah untuk Warga yang Masih Mengontrak
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Terbaru! Kecelakaan Maut Truk Pengaduk Semen di Bekasi, 6 Orang Tewas | BERUT
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
El Nino Masih Menyerang RI? AC 1 PK di Transmart Cuma Rp4 Jutaan!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terpopuler: Bunyi Tek-Tek Innova Zenix, Kebangkitan Penjualan Motor, dan BYD Seal 07
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Natalie Sarah Tak Paksakan Sang Putri Ikuti Jejaknya di Dunia Hiburan
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.