Gunung Karangetang di Pulau Siau-Sulut kembali erupsi

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Manado (ANTARA) - Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali erupsi pukul 21.18 WITA dengan tinggi kolom abu letusan tidak teramati.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada 1 November 2026 pukul 21.18 WITA namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dengan durasi sementara ini kurang lebih 1 menit 28 detik," kata personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Muhamad Fadlan di Manado, Minggu.

Muhamad Fadlan mengatakan, teramati erupsi eksplosif kecil dengan lontaran material pijar dengan tinggi lebih kurang 200-300 meter di sekitar puncak kawah utara dengan kolom asap lebih kurang 1.000 meter condong ke arah barat dan barat laut.

Kemudian, diikuti dengan erupsi efusif berupa guguran lava pijar ke arah selatan lebih kurang 200-700 meter.

Baca juga: Gunung Mayon di Filipina meletus, semburkan abu setinggi 3.000 meter

Ke arah barat dan barat daya meluncur ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, Kali Kiawang lebih kurang 700-1.000 meter.

Selanjutnya, ke arah barat laut menuju Kali batuare, Kali Batukole, Kali Malrbuhe lebih kurang 500-700 meter.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," katanya.

Saat ini G. Karangetang berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Baca juga: Gempa letusan masih mendominasi aktivitas Gunung Semeru

Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

sebelumnya, dalam laporan pengamatan Minggu (25/10), letusan pertama tercatat pada pukul 23.04 WITA, sementara letusan kedua dan ketiga tercatat pada pukul 01.24 WITA dan pukul 03.20 WITA.

Baca juga: Pos PGA catat tiga kali letusan Gunung Karangetang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Moto2 Malaysia 2026: Mario Aji Gagal Finis, David Alonso Menangi Balapan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Buruh Ngamuk Tuntut Gaji Naik 140%, Puluhan Pabrik Garmen Tutup
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Tottenham vs Palace: Unggul Jumlah Pemain, The Lilywhites Lanjutkan Tren Kemenangan
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Emil Audero Akhirnya Menang Juga
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Sebut AS Bisa Serang Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.