Gunung Karangetang Kembali Erupsi, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

viva.co.id
56 menit lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali erupsi pada Minggu, 1 November 2026. Letusan disertai lontaran material pijar dan guguran lava yang meluncur hingga sejauh 1 kilometer.

Personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Muhamad Fadlan, mengatakan erupsi terjadi pukul 21.18 WITA. Tinggi kolom abu tidak teramati, tetapi aktivitas tersebut terekam pada seismogram.

Baca Juga :
Gunung Karangetang Erupsi, Guguran Lava Meluncur hingga Radius 1,5 Kilometer
Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada 1 November 2026 pukul 21.18 WITA namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dengan durasi sementara ini kurang lebih 1 menit 28 detik," kata personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Muhamad Fadlan di Manado, Minggu (1/11/2026).

Fadlan menjelaskan, erupsi diawali letusan eksplosif kecil yang melontarkan material pijar setinggi sekitar 200 hingga 300 meter di sekitar puncak kawah utara. Kolom asap teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter dan condong ke arah barat serta barat laut.

Aktivitas kemudian diikuti erupsi efusif berupa guguran lava pijar. Lava meluncur ke arah selatan sejauh sekitar 200 hingga 700 meter.

Ke arah barat dan barat daya, material meluncur melalui Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang dengan jarak sekitar 700 hingga 1.000 meter. Sementara ke arah barat laut, guguran menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe sejauh sekitar 500 hingga 700 meter.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," katanya.

Saat ini, Gunung Karangetang berada pada status Level II atau Waspada. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak mendekati gunung, melakukan pendakian, maupun beraktivitas di zona prakiraan bahaya.

Zona tersebut mencakup radius 1,5 kilometer dari puncak kawah utara dan kawah utama di bagian selatan, serta perluasan sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Masyarakat juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Material lava yang menumpuk sebelumnya masih belum stabil dan berpotensi runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang. Aliran material tersebut dapat mencapai kawasan pantai.

Baca Juga :
Kapolda dan Gubernur Sulut Turun Tangan, Imbau Warga Tak Khawatir soal BBM
Gandeng Gubernur hingga Kapolda Sulut, Pertamina Tambah 15 Juta Liter Pertalite demi Kelancaran Distribusi BBM
Parah! Seluruh Kabupaten-Kota di Sulut Terdampak Kabut Asap

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian, Tanaman Cabai hingga Sayuran Terdampak
• 56 menit lalukompas.tv
thumb
Link Live Streaming Persib vs Isenmulang di Super League, Main Jam 15.30 WIB
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bandar Narkoba Kampung Bahari Kabur Saat Penggerebekan
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Respons Parpol Usai MA Nyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tak Sah
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Sikapi Putusan MK, PAHSTI: Hak Imunitas Advokat Harus Dimaknai secara Sistematis
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.