tvOnenews.com - Jagat media sosial dan masyarakat Jakarta dihebohkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang balita berusia 1 tahun 8 bulan (20 bulan) berinisial SF.
Anak yang tidak berdosa tersebut tewas secara mengenaskan setelah dihabisi oleh pasangan suami istri yang merupakan ibu kandung dan ayah tirinya sendiri.
Kasus pembunuhan keji ini memicu gelombang kecaman hebat dari publik setelah terungkap bahwa eksekusi kejam tersebut dilakukan di dalam fasilitas toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Tragedi ini langsung menjadi sorotan utama karena tindakan kedua orangtua korban dinilai sangat tidak manusiawi.
- Polsek Kebayoran Lama
Kemarahan publik, khususnya netizen di media sosial pun kian memuncak saat foto serta identitas kedua pelaku pembunuhan tersebut beredar luas di berbagai platform.
Akun Instagram @folk.cibubur turut membagikan unggahan yang memperlihatkan tampang dari kedua orangtua yang tega berbuat kejam tersebut.
Unggahan tersebut menampilkan raut wajah pasangan pelaku yang tanpa belas kasihan menghabisi nyawa anak balita mereka sendiri, lalu membungkus jenazah mungil itu menggunakan kantong plastik kresek hitam hingga menguburnya secara tak layak.
Berdasarkan informasi yang terungkap, identitas kedua pelaku pembunuhan keji ini adalah sang ayah tiri bernama Alfian Rudiansyah, seorang pria kelahiran tahun 2004, serta sang ibu kandung korban bernama Jumsah yang merupakan perempuan kelahiran tahun 2007.
- Instagram/badanperwakilannetizen2
Di usia yang masih tergolong sangat muda, pasangan suami istri ini justru kompak melakukan perbuatan yang mengabaikan rasa kemanusiaan.
Hubungan pernikahan antara ibu kandung dan ayah tiri ini bukannya menjadi pelindung bagi anak-anak mereka, melainkan menjadi pemicu aksi pembunuhan terhadap darah dagingnya sendiri.
Peristiwa mengerikan ini bermula pada Sabtu (31/10/2026), ketika pelaku mengeksekusi korban di dalam toilet umum Pasar Kebayoran Lama.
Kasus ini awalnya terungkap berkat kecurigaan pemilik toilet umum dan warga sekitar yang melaporkan kejanggalan ke pihak berwajib.
Setelah laporan diterima oleh Polsek Kebayoran Lama di bawah pimpinan Kompol Seala Syah Alam, penyelidikan kepolisian segera dilakukan hingga terkuak fakta bahwa balita tersebut telah tewas dibunuh oleh orangtuanya.




