Amman (ANTARA) - Pasukan keamanan Yordania menyita sembilan senjata api otomatis dan perangkat GPS dari sebuah tas yang diselundupkan ke negara itu menggunakan balon udara panas di provinsi Karak bagian selatan, kata Direktorat Keamanan Publik sebagaimana warta Xinhua, Minggu (1/11).
Juru bicara (jubir) direktorat tersebut mengatakan bahwa Kepolisian Karak menindaklanjuti laporan mengenai sebuah tas mencurigakan di area Muhi, Kegubernuran Karak, dan menyita senjata-senjata itu.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa tas itu terbawa oleh angin dari area perbatasan selatan Yordania, kata jubir tersebut.
Penyitaan tersebut terjadi sepekan usai sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang menghadiri upacara pemakaman di sebuah gereja di Desa Hmoud, Karak, menewaskan sembilan orang dan melukai beberapa lainnya, menurut pernyataan resmi pemerintah Yordania.
Otoritas Yordania kemudian mengumumkan penangkapan tiga tersangka yang berkaitan dengan serangan tersebut menyusul operasi keamanan.
Juru bicara (jubir) direktorat tersebut mengatakan bahwa Kepolisian Karak menindaklanjuti laporan mengenai sebuah tas mencurigakan di area Muhi, Kegubernuran Karak, dan menyita senjata-senjata itu.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa tas itu terbawa oleh angin dari area perbatasan selatan Yordania, kata jubir tersebut.
Penyitaan tersebut terjadi sepekan usai sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang menghadiri upacara pemakaman di sebuah gereja di Desa Hmoud, Karak, menewaskan sembilan orang dan melukai beberapa lainnya, menurut pernyataan resmi pemerintah Yordania.
Otoritas Yordania kemudian mengumumkan penangkapan tiga tersangka yang berkaitan dengan serangan tersebut menyusul operasi keamanan.





