Drummer Slank, Bimbim, menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan ruang ekspresi masyarakat yang tidak bisa dibungkam. Ia mendorong musisi dan seniman untuk berani menyampaikan sikap melalui karya, terutama ketika merespons persoalan sosial.
Pernyataan itu disampaikan Bimbim dalam konferensi pers menjelang konser Hey Slank di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/11/2026).
Menurut Bimbim, demokrasi seharusnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki sikap dan menyampaikan pendapat melalui berbagai medium, mulai dari musik, seni, buku, hingga film.
Ia menilai masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi pengikut tanpa berani menyampaikan pandangan sendiri.
Bimbim juga menyoroti munculnya musisi muda yang semakin kritis dalam merespons persoalan sosial. Menurutnya, upaya membungkam suara melalui karya justru dapat membuat ekspresi tersebut semakin kuat.
Ia menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan bagian dari ekspresi masyarakat yang tidak bisa begitu saja dihentikan.
Meski mendorong keberanian menyampaikan pendapat, Bimbim mengingatkan bahwa kritik melalui karya seni harus disertai tanggung jawab.
Ia menekankan bahwa pernyataan sikap melalui karya bukanlah ajakan untuk melakukan kekerasan.
Bimbim juga mengingatkan bahwa demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling mengkritik. Karena itu, setiap pihak harus siap menyampaikan maupun menerima kritik selama tidak disertai tindakan kekerasan.
Baca Juga: Sudaryono Heran Tak Ada Demonstrasi yang Dukung Program MBG
Pernyataan Bimbim disampaikan menjelang penampilan Slank dalam rangkaian Slank In Concert bersama HS di Banyuwangi.
Konser tersebut menjadi kota ke-10 dalam perjalanan kolaborasi Slank dan HS yang telah berlangsung selama setahun.
Dalam kesempatan itu, Bimbim menyebut Slank telah menyiapkan sekitar 18 lagu untuk dibawakan di hadapan para penggemar.
Antusiasme juga datang dari Slankers berbagai daerah, termasuk Bali, Jember, Probolinggo, Surabaya, Lumajang, dan Kediri, yang berencana menghadiri konser tersebut.





