Mengunjungi Technical Center Shimoyama, Laboratorium Toyota Menguji Batas Mobil

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Toyota punya cara tersendiri untuk membuat mobil yang lebih baik. Di Toyota Technical Center Shimoyama, Jepang, mobil tidak cukup hanya dirancang dan dibuat. Kendaraan harus diuji di lintasan, kekurangannya ditemukan, lalu diperbaiki sebelum kembali diuji.

Konsep perbaikan itu disebut Kaizen, semangat untuk terus memperbaiki diri dan menjadi bagian dari filosofi Making Ever-Better Cars yang dikembangkan Toyota.

Pusat riset dan pengembangan di kawasan pegunungan antara Toyota City dan Okazaki, Prefektur Aichi, tersebut menjadi tempat para insinyur menguji sekaligus menyempurnakan karakter kendaraan.

Naoyuki Sakamoto, Chief Engineer GR Company yang saat ini bertanggung jawab mengembangkan GR Corolla Morizo RR, menjelaskan bahwa filosofi tersebut tidak berhenti pada upaya menciptakan kendaraan yang lebih baik secara teknis.

“Making Ever-Better Cars bukan cuma membuat mobil, tetapi benar-benar membuat mobil yang semakin baik. Di sini Lexus dan Gazoo Racing Company bersatu, termasuk dalam riset, engineering, marketing, sampai sales,” ujar Sakamoto saat ditemui kumparan di Toyota Technical Center Shimoyama, Nagoya, Jepang pekan lalu.

Menurut dia, proses pengembangan juga melibatkan pihak di luar tim internal Toyota. Dalam kondisi tertentu, Toyota bekerja sama dengan pebalap profesional untuk mendapatkan sudut pandang berbeda mengenai karakter kendaraan yang sedang dikembangkan.

“Kadang kami berkolaborasi juga dengan pebalap profesional untuk mendapatkan sudut pandang atau pendapat lain dalam pengembangan. Jadi, pengembangannya dilakukan bersama-sama,” katanya.

Bagi Toyota, pengalaman pengemudi menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengembangan. Mobil perlu memberikan respons dan karakter berkendara yang sesuai dengan tujuan pembuatannya, termasuk pada model berorientasi performa seperti kendaraan GR.

Salah satu ciri utama Toyota Technical Center Shimoyama adalah lintasan pengujian yang memanfaatkan kontur alami kawasan pegunungan. Jalan berliku, tikungan rapat, dan perubahan elevasi digunakan untuk mengevaluasi karakter kendaraan ketika menghadapi kondisi berkendara yang menantang.

Salah satu lintasan jalan berliku di Shimoyama memiliki panjang sekitar 5,3 kilometer dengan perbedaan elevasi mencapai 75 meter. Rancangannya terinspirasi dari Nürburgring di Jerman, sirkuit yang dikenal sebagai lokasi pengujian mobil performa.

Lintasan tersebut memungkinkan para insinyur mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari respons kemudi dan kestabilan saat menikung hingga perilaku suspensi dan hubungan antara mobil dengan pengemudinya.

Pengujian di lintasan menjadi cara untuk menemukan kekurangan yang mungkin tidak terlihat dalam simulasi atau evaluasi biasa. Temuan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan perbaikan sebelum kendaraan kembali diuji.

Cara ini sejalan dengan prinsip kerja yang diterapkan di Shimoyama, yakni mendorong kendaraan hingga batas tertentu, mempelajari hasilnya, melakukan perbaikan, kemudian mengulangi proses tersebut.

Adapun Toyota Technical Center Shimoyama mulai beroperasi penuh pada Maret 2024. Kawasan yang dulunya bagian dari pedesaan seluas sekitar 650,8 hektare itu menjadi salah satu pusat pengembangan kendaraan Toyota dan Lexus, termasuk untuk pengembangan model berorientasi performa dari GR.

Fasilitas ini mengintegrasikan berbagai fungsi pengembangan kendaraan agar para insinyur dan tim terkait dapat bekerja lebih dekat. Prosesnya mencakup pengembangan konsep, pengujian, analisis, hingga penyempurnaan produk.

Shimoyama juga dirancang dengan mempertimbangkan lingkungan di sekitarnya. Sekitar 386,5 hektare atau 59 persen dari keseluruhan kawasan tetap berupa hutan dan pepohonan.

Fasilitas ini bukan pabrik untuk memproduksi mobil secara massal. Perannya berada pada tahap pengembangan, tempat berbagai gagasan diuji sebelum diterapkan pada kendaraan yang nantinya digunakan konsumen.

Melalui Shimoyama, Toyota berupaya mempertemukan rekayasa teknis dengan pengalaman berkendara secara langsung. Filosofi Making Ever-Better Cars diterapkan melalui proses berulang untuk menyempurnakan kendaraan, dengan tujuan akhir menghadirkan mobil yang bukan hanya memenuhi kebutuhan pengemudi, tetapi juga membuat mereka menikmati perjalanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putri Pendidikan Jawa Timur 2025 Calista Putri Main Film Terbaru ARTV Production
• 11 menit laluberitajatim.com
thumb
Fakta di Balik Video Propaganda KKB di Papua, Identitas Korban dan Waktu Kejadian Terungkap
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengungkap Kasus Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cuma 10 Menit! Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamu Merasa Bahagia
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Real Madrid catat enam kemenangan beruntun usai tekuk Santander 3-0
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.