Daftar Lengkap 82 Saham Dikeluarkan dari Bobot IHSG, Berlaku Mulai Hari Ini

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita


Sebanyak 82 saham yang masuk kategori konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) resmi dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai Senin (2/11). Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) termasuk dalam daftar tersebut.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total 82 saham tersebut masuk dalam daftar HSC per 22 Oktober 2026. Dengan kebijakan ini, jumlah saham yang diperhitungkan dalam IHSG berkurang dari sebelumnya 963 saham menjadi 881 saham.

Pengeluaran saham-saham tersebut menjadi bagian dari langkah pembenahan pasar modal Indonesia setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Berikut daftar lengkap 82 saham yang dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026:

Daftar 82 Saham HSC

  1. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  2. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  3. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
  4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  5. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  7. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  8. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  9. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  10. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  11. PT Temas Tbk (TMAS)
  12. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  13. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  14. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  15. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  16. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  17. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  18. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  19. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  20. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  21. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  22. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  23. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  24. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  25. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  26. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  27. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  28. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  29. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  30. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  31. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  32. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  33. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  34. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  35. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  36. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  37. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  38. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  39. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  40. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  43. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  44. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  45. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  46. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  47. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  48. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  49. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  50. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  51. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  52. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  53. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  54. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  55. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  56. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  57. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  58. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  59. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  60. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  61. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  62. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  63. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  64. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  65. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  66. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  67. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  68. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  69. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  70. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  71. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  72. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  73. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  74. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  75. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  76. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  77. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  78. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  79. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  80. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  81. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)
  82. PT MD Entertainment Tbk (FILM)
DCII, BYAN, dan BREN Masuk Daftar

Masuknya DCII, BYAN, dan BREN menjadi perhatian karena ketiganya memiliki kapitalisasi pasar yang besar di Bursa Efek Indonesia.

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) milik konglomerat Otto Toto Sugiri memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 417,09 triliun. Nilai tersebut menempatkannya di posisi ketiga emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa.

Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 305 triliun. Adapun PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 240,14 triliun.

Selain ketiga emiten tersebut, daftar HSC juga mencakup sejumlah saham dari grup usaha besar, antara lain DSSA, SMAR, GEMS, dan DUTI yang berkaitan dengan kelompok usaha Sinar Mas.

Sebelumnya, saham-saham HSC menyumbang sekitar 18% terhadap bobot IHSG. Sementara itu, dari sisi kapitalisasi pasar, kelompok saham tersebut mencakup sekitar 30% dari total kapitalisasi pasar bursa.

BEI Pastikan Level Awal IHSG Tidak Berubah

Meski mengeluarkan 82 saham dari perhitungan indeks, BEI memastikan kebijakan tersebut tidak mengubah level awal IHSG pada perdagangan hari ini. Indeks tetap mengacu pada penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.057.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, bobot saham-saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kembali kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen indeks.

“Bobot dari saham-saham yang dikeluarkan akan didistribusikan ke sisa saham konstituen yang ada,” ujar Jeffrey dalam acara media gathering di Lombok, akhir pekan lalu.

Menurut Jeffrey, mekanisme tersebut serupa dengan penghapusan pencatatan saham atau delisting. Bobot saham yang dikeluarkan akan dialihkan secara otomatis kepada saham-saham lain yang masih masuk dalam perhitungan IHSG.

Kebijakan ini dilakukan setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market.

MSCI sebelumnya menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Dalami Keluhan Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kecelakaan Truk di Bekasi, Jasa Raharja Beri Santunan Korban Meninggal Rp 50 Juta-Luka Dapat Biaya Perawatan Rp 20 Juta
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Jepang Gandeng Swasta Kembangkan Roket untuk Ganti Satelit yang Rusak atau Diserang
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kebakaran Hanguskan 4 Ruangan SMA Negeri di Banjarnegara, Koperasi hingga UKS
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Vietnam Segera Salip Indonesia, PDB per Kapita Diproyeksi Naik 8,9 Persen
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.