Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan tanggapan terkait kontroversi yang menyeret Kylian Mbappe setelah komentarnya mengenai mantan pemimpin China, Mao Zedong, menuai kecaman.
Mourinho menilai Mbappe seharusnya lebih berhati-hati dalam berbicara di tengah besarnya perhatian publik terhadap setiap pernyataan figur sepak bola. Menurutnya, tidak semua hal perlu ditanggapi atau dikomentari.
Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut mengapresiasi langkah Mbappe yang segera meminta maaf.
Ia menilai sikap penyerang asal Prancis itu sudah menunjukkan tanggung jawab terhadap klub.
"Itulah bahaya dunia saat ini. Terkadang, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tutup mulut karena ada begitu banyak risiko dari hal-hal yang kita katakan atau komentari," ujar Mourinho dalam konferensi pers menjelang pertandingan La Liga melawan Racing Santander, Minggu (1/11/2026), dikutip dari BBC.
Mourinho juga menegaskan persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang setelah Mbappe menyampaikan permintaan maaf.
"Namun, saya juga melihat dia bertindak sangat bertanggung jawab terhadap klub yang di level ini benar-benar memiliki kelas luar biasa. Bagi kami, persoalan itu sudah selesai. Tidak ada lagi yang perlu dilakukan," lanjutnya.
Baca Juga: Selisih Angka Voting Ballon d'Or 2026 Terungkap, Harry Kane Ternyata Cuma Menang Tipis dari Mbappe!
Kontroversi bermula ketika Mbappe tampil dalam acara bincang-bincang asal Prancis, The Bridge.
Dalam acara tersebut, penyerang berusia 27 tahun itu membicarakan julukannya sebagai seorang diktator karena pengaruhnya yang besar dalam sepak bola.
Saat ditanya mengenai meme yang paling membuatnya tertawa, Mbappe menyebut sebuah video yang menampilkan sosok yang menurutnya merupakan diktator China.
Pembawa acara kemudian menampilkan meme yang menggabungkan wajah Mbappe dengan gambar Mao Zedong, pemimpin China yang meninggal dunia pada 1976.
Potongan percakapan tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi negatif, terutama dari publik China. Dampaknya, sejumlah merek asal negara tersebut dikabarkan memutuskan kerja sama dengan Mbappe.
Mbappe kemudian menyampaikan permintaan maaf pada Selasa. Ia mengakui pernyataannya tidak dipikirkan secara matang dan menyadari ucapannya telah menyinggung banyak orang.
"Sekarang saya memahami bahwa hal tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia," demikian pernyataan Mbappe.





