BMKG Catat Kekeringan Meteorologis di NTB Mulai Berkurang, Tersisa Dua Kecamatan di Bima

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Nusa Tenggara Barat. (Sumber: ANTARA/HO-BMKG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan status kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai berkurang setelah hujan lokal turun di sejumlah wilayah sejak akhir Oktober 2026. 

Namun, kekeringan masih melanda dua kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Lambu yang berstatus siaga dan Sape dengan status awas.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Nindya Kirana, menjelaskan kedua kecamatan tersebut masih menjadi wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis.

“Kekeringan meteorologis level siaga ada di Kecamatan Lambu, sedangkan status awas terletak di Kecamatan Sape,” ujar Nindya dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).

Berkurangnya wilayah terdampak kekeringan tidak terlepas dari hujan lokal yang mulai turun di sejumlah daerah sejak akhir Oktober.

Hujan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer dan menjadi salah satu tanda peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan.

Baca Juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Senin 2 November 2026: Waspada Sore Hujan

Meski demikian, curah hujan di sebagian besar wilayah NTB masih tergolong rendah. Pada Dasarian III Oktober 2026 atau periode 21-31 Oktober, sebagian besar wilayah tercatat menerima curah hujan sekitar 0-10 milimeter per dasarian.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah lainnya mengalami curah hujan kategori menengah, yakni sekitar 51-150 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kotaraja, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, dengan total 104 milimeter selama periode tersebut.

Peluang Hujan Meningkat pada Awal November

Memasuki Dasarian I November 2026 atau periode 1-10 November, BMKG memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian mencapai lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa Barat, serta sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 1-2 November 2026, BMKG: Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

Selain itu, peluang hujan lebih dari 50 milimeter per dasarian dengan probabilitas 50 persen hingga lebih dari 90 persen diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.

Daerah tersebut meliputi Mataram, Narmada, Lingsar, Gunungsari, Kediri, Pringgarata, Mantang, Batukliang Utara, Kopang, dan Jonggat.

Prakiraan tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan pada awal November.

Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG @InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bmkg
  • kekeringan meteorologis
  • nusa tenggara barat
  • bima
  • kekeringan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Perjalanan Cinta Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia, Kini Sah Menjadi Pasangan Suami Istri
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Berkomitmen Atasi Persoalan PMI di Hongkong, Ini Buktinya!
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Fakta di Balik Video Propaganda KKB di Papua, Identitas Korban dan Waktu Kejadian Terungkap
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Kabar Duka! Keponakan Gus Dur, Fatih Waluyo Wahid atau Gus Firry Meninggal Dunia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada Apel Akbar Bulan Solidaritas Palestina di Monas, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.