Waspadai Lonjakan Penumpang Nataru! Kemenhub Sisir 2.140 Kapal, Ketapang-Gilimanuk Disiapkan Rute Alternatif

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Persiapan meliputi pemeriksaan kelaiklautan kapal, optimalisasi armada dan trayek, program stimulus diskon tarif, rencana tiket gratis, serta penguatan keselamatan dan pelayanan di pelabuhan.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru.

BACA JUGA:Kemenhub: 16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla

Karena itu, kesiapan kapal dan kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan menjadi perhatian penting sebelum kapal beroperasi melayani masyarakat.

“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” ujar Samsuddin.

Uji Kelaiklautan 2.140 kapal

Salah satu agenda utama Ditjen Perhubungan Laut adalah pelaksanaan uji kelaiklautan kapal yang direncanakan berlangsung pada 1–30 November 2026.

Hal ini juga tertuang melalui Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026.

BACA JUGA:1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla hingga Oktober 2026, Kemenhub Ingatkan Hak Penumpang

Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, sebanyak 2.140 kapal masuk dalam rencana pemeriksaan.

“Kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC),” jelas Samsuddin.

Ia menambahkan, pemeriksaan mencakup aspek keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, serta penerapan manajemen keselamatan dan keamanan kapal.

Kesiapan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, pengendalian kapasitas penumpang, dan kesiapan menghadapi cuaca buruk juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan.

Khusus kapal wisata, pemeriksaan direncanakan dilakukan secara langsung sebelum kapal beroperasi sebagai bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kakek Jepang Berusia 90 Tahun Masih Adu Otot
• 38 menit lalukumparan.com
thumb
Penggerebekan Sarang Narkoba Kampung Bahari
• 23 jam laludetik.com
thumb
Warga Jaksel, Ini Jadwal Klinik Hewan Keliling 2-7 November 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPBD Nagan Raya Data Dampak Banjir di Dua Kecamatan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Garudayaksa petik kemenangan kedua setelah kalahkan PSS 3-1
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.